Notification

×

Iklan

Iklan

Distanpang : Jangan Main - main dengan Pupuk Bersubsidi

Jumat, 26 Februari 2021 | 14.54 WIB Last Updated 2021-02-26T07:54:41Z


Ilustrasi

Gemarnews.com, Pidie Jaya - Kepala Dinas Pertanian dan pangan (Distanpang) Pidie Jaya, Drh, Muzakkir, MM, mengatkan akan menindak tegas distributor dan kios penyalur Pupuk bersubsidi yang tidak mengikuti aturan penyaluran.

“Sebagai sanksi, izin distribusi atau penyaluran bisa saja dicabut. Setiap tindakan penyelewengan pupuk bersubsidi dapat dijerat hukuman pidana maksimal lima tahun penjara,” kata Muzakit, kepada Gemarnews.com, Jumat (26/2/2021).

Menurutnya, permasalahan kelangkaan pupuk bersubsidi yang dirasakan oleh petani sawah di Pijay akan akan menjadi perhatian serta akan menindak lanjuti secepatnya informasi tersebut.

Rencananya, pada senin (1/3) pihaknya akan memanggil seluruh distributor dan seluruh kios penyalur pupuk bersubsidi untuk membicarakan teknis penyaluraan pupuk bersubsidi berdasarkan luasan lahan sawah dan nama penerima yang terdapat dalam e-RDKK pupuk bersubsidi.

“Distribusi pupuk bersubsudi ini tidak seluruh kios harus sama mendapat volume penyaluran namun seluruh kios dalam penyaluran harus berpedoman data e-RDKK yang sudah kami serahkan sebelumnya,” Ujar Muzakir

Lebih lanjut Muzakir menjelaskan, pihaknya akan mengawasi ketat penyaluran pupuk bersubsidi tersebut supaya penyaluran tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga dan tepat mutu

Dia mengingatkan, pada seluruh distributor dan kios penyalur pupuk bersubsidi untuk tidak melanggar ketentuan yang sudah disepakati, selain memberi teguran secara lisan dan tulisan pihaknya akan memberi sanksi berupa surat tunda salur pada kios penyalur.

“Kami akan menindak tegas seluruh distributor dan kios yang tidak mengikuti aturan penyaluran pupuk yang telah disepakati bersama,” tegasnya

Selanjutnya, Pihaknya juga akan melakukan rapat koordinasi bersama tim pengawas pupuk bersubsidi Distanpang Pijay untuk membahas permasalahaan kelangkaan pupuk di Pijay, sehingga akan ada upaya penertiban dan pemenuhan kuota pupuk yang tersedia bagi seluruh petani sawah.

“Kami akan duduk bersama tim pengawas pupuk mencari solusi bersama semoga kedepan tidak ada lagi kelangkaan pupuk di Pijay,” Pungkas Muzakkir. (nas)

×
Berita Terbaru Update