Notification

×

Iklan

Iklan

Aktivis Gayo Lakukan Aksi Tunggal Penolakan Tambang PT LMR

Sabtu, 29 Mei 2021 | 09.46 WIB Last Updated 2021-05-29T02:49:32Z
Dok.Foto: Salah seorang aktivis Gayo lakukan aksi tunggal penolakan tambang PT. LMR (Ist)

GEMARNEWS.COM - BANDA ACEH, Salah satu aktivis Gayo yang berasal dari Kabupaten Aceh Tengah melakukan Aksi tunggal di Bundaran Simpang Lima, Kota Banda Aceh. Aksi tersebut merupakan bentuk dari penolokan Tambang PT. LMR (Linge Mineral Resources) yang akan beroperasi di Kabupaten Aceh Tengah.

"Ekplorasi pertambangan ini sudah dimulai sejak 1997 sampai dengan Sekarang, dan ini saya lakukan sebagai wujud dari kekecewaanya terhadap Pemerintah Aceh dan khususnya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah," ujar aktivis yang namanya tidak ingin disebutkan kepada Gemarnews.com, Sabtu (29/05/2021).

Aktivis tersebut menjelaskan bahwa luas kawasan pertambangan ini mencapai 36,420,00 Ha, yang di dalamnya bukan emas saja melainkan logam mulia lainya baik itu emas, dan lain-lain. Areal IUP Eksplorasi 36.420 Ha berada di Kecamatan Linge dan Bintang.

"Mengingat kembali kekhawatiran  terbesarnya terhadap perusahaan pertambangan ialah bagaimana pengaruh eksploitasi alam terhadap eksistensi Danau Laut Tawar," jelasnya.

Ia menjelaskan, Danau Laut Tawar yang menjadi hulu dari DAS Krueng Peusangan, dan keberadaan beberapa DAS lainnya di Gayo maupun anak sungai lainnya, tidak hanya menjadi sumber air bagi masyarakat di dataran tinggi Gayo saja, tetapi juga dinikmati sampai ke pesisir di utara Aceh. Menurutnya, bila kawasan hulu rusak otomatis yang di hilir juga tak bisa menikmatinya lagi.

"Alam berdirinya perusahaan tambang ini, masyarakat Gayo khususnya harus benar-benar mengkaji sebelum hadirnya perusahaan tambang tersebut, dan aksi ini bukan yang pertama kalinya dilakukan, aksi ini sudah berjilid jilid. Baik itu dari kalangan mahasiswa, LSM, dan kelompok masyarakat lainya. Kami akan terus ada dan berlipat ganda," katanya. (MA)

Publish : Teuku Rahmat
×
Berita Terbaru Update