Notification

×

Iklan

Iklan

Sungai Laweharum Meluap, Banjir Terjang Dua Desa di Kabupaten Aceh Tenggara

Rabu, 16 Juni 2021 | 14.07 WIB Last Updated 2021-06-16T07:07:26Z

Gemarnews.com, Aceh Tenggara - Peristiwa banjir kembali terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh pada Selasa (15/6), pukul 00.04 WIB. Peristiwa banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan naiknya debit air dan meluapnya Sungai Laweharum. 

Peristiwa ini melanda Kecamatan Deleng Pokhkison yang terdiri dari Desa Kute Genting dan Desa Penampakan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara melaporkan sebanyak delapan unit rumah warga terdampak banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 20 cm, semantara terdata 8 Kepala Keluarga (KK) atau 27 jiwa terdampak atas kejadian ini. Tim BPBD Kabupaten Aceh Tenggara telah melakukan upaya tinjauan lokasi kejadian dan melakukan kaji cepat.

Saat ini, pantauan di lokasi kejadian Selasa (15/6) siang, banjir sudah surut, cuaca dilaporkan berawan. Masyarakat bergotong royong melakukan pembersihan lumpur pasca banjir.

Menurut indeks kajian risiko bencana yang dipantau dari inaRISK BNPB, wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh memiliki risiko bahaya banjir dalam kategori sedang hingga tinggi. Kajian Data InaRISK menunjukkan wilayah Kabupaten Aceh Tenggara mimiliki risiko terdapak banjir dengan cakupan luas bahaya wilayah hingga 11.105 hektar atau meliputi 15 kecamatan.

Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang sejak Minggu (13/6) hingga Selasa (15/6).

Dengan melihat data prakiraan cuaca BMKG dan kajian risiko bencana dari inaRISK, maka BNPB mengimbau seluruh lini masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana banjir. Diharapkan juga masyarakat dapat mengakses informasi peringatan cuaca dan indeks kajian risiko melalui website BMKG dan inarisk.bnpb.go.id. (*)
 


×
Berita Terbaru Update