Notification

×

Iklan

Iklan

Educational Services and Hypnoparenting

Selasa, 13 Juli 2021 | 14.38 WIB Last Updated 2021-07-13T07:39:29Z

"Educational Services  and Hypnoparenting "

Dok.foto Penulis : Teuku Syahwal
Kandidat Doktoral Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta 



GEMARNEWS.COM , Sekolah merupakan suatu  organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, yang merupakan salah faktor penentu mutu Sumber Daya Manusia (human resource). Melalui lembaga pendidikan ini para peserta didik atau siswa, secara mental maupun intelektual digembleng agar dapat mencapai mutu sesuai dengan target yang ditetapkan oleh sekolah Sebagai lembaga pendidikan yang melaksanakan pemberdayaan individu untuk berubah (change) menjadi lebih baik dan dewasa.

Sebagai pendidik dan pengajar, guru sangat dibutuhkan dalam membentuk manusia berkarakter cerdas untuk membangun mutu diri dan mutu pendidikan sekolah, sehingga sekolah mampu berinovasi dan memiliki daya saing yang tinggi dalam skala lokal dan global.

Untuk mencapai itu, maka organisasi harus mampu melakukan pekerjaan secara lebih baik, lebih efektif, dan lebih efisien dalam menghasilkan output yang berkualitas tinggi dengan harga yang bersaing. Untuk menghasilkan output yang bersaing, maka pada masa mendatang bukan lagi mengandalkan keunggulan komparatif saja, melainkan juga harus meningkatkan keunggulan kompetitif.

Untuk terciptanya pencapaian mutu pendidikan, organisasi sekolah sebagai pelaksana pelayanan pendidikan harus berupaya optimal dalam melakukan proses pembelajaran yang bermutu, sehingga akan dihasilkan peserta didik dengan output yang bermutu pula.

Ujung tombak pencapaian layanan pendidikan yang bermutu sangat erat hubungannya dengan guru sebagai profesi pendidik dalam melakukan layanan pendidikan di sekolah. 

Menurut Arcaro (2005), mutu pendidikan di sekolah hanya dapat dicapai bila kepala sekolah, guru dan staff administrasi sekolah serta warga sekolah mampu mengembangkan komitmen yang berfokus pada kepemimpinan, teamwork, kerjasama, akutabilitas dan kebersamaan. Ujung tombak dari pelaksanaan pencapaian mutu pendidikan pada peserta didik harus dilaksanakan oleh guru bersama organisasinya searah dengan tujuan dan komitmen menghasilkan produk pendidikan yang bermutu.
               
Guru bertanggungjawab atas tercapainya mutu produk pendidikan yang dihasilkan, sehingga dalam melakukan proses, guru harus bersungguh-sungguh membangun dan mencitrakan dirinya sebagai fasilitator, inisiator, mediator, motivator maupun evaluator atas pekerjaan yang dilakukannya. Mutu akan tercapai jika guru dengan tanggung jawabnya berkomitmen tinggi untuk memberikan pelayanan pendidikan bermutu kepada pelanggannnya sesuai dengan tujuan organisasi.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 dan apa lagi dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM),  dalam konteks services in education  ini juga menjadi pengaruh dan tantangan  besar terhadap para pendidik dan para peserta didik.

Disinilah sangat butuh kehadiran pelayanan langsung para orang tua wali dengan metode Hypnoparenting  dalam membantu proses belajar mengajar anak anak Pada kondisi Pandemi Covid-19 dan PPKM.

Hypnoparenting adalah metode pengasuhan anak dengan menerapkan teknik hipnosis di dalamnya. Dengan kata lain, orangtua memberikan sugesti kepada anak agar dia melakukan hal-hal positif.

Mungkin kita pernah melihat pertunjukan hipnosis di TV, di mana seseorang diarahkan dengan kata-kata sampai tertidur lalu diberikan sugesti tertentu. Namun dalam metode hypnoparenting, kita sebagai orang tua wali tidak perlu melakukan itu.

Orangtua hanya perlu memberikan terapi dalam bentuk perkataan. Beberapa contohnya sebagai berikut:

Menggunakan kata positif
Ketika memberi saran kepada anak, usahakan tidak menggunakan kata-kata negatif seperti “jangan” atau “tidak”.

Kalimat negatif: “Ayo rajinlah belajar supaya kamu tidak bodoh”.

Kalimat positif: “Ayo rajinlah belajar supaya kamu menjadi pintar”.

Nada bicara yang kita gunakan pun tidak boleh tinggi. Katakan kalimat positif tersebut secara halus sambil merangkulnya atau menatap matanya. Orangtua pun harus menyampaikan sugesti kepada anak dalam kondisi emosi yang stabil agar lebih efektif. Jika kita sedang marah, sebaiknya atur dulu emosi kita dengan cara mengatur napas.

Membisikkan kalimat positif
Temani anak menjelang dia tidur atau saat dia mulai mengantuk. Pasalnya dalam fase ini, kondisi otak anak sudah tenang. Ini adalah waktu yang tepat untuk menyampaikan sugesti positif, baik dalam bentuk saran atau cerita.

Nantinya perkataan kamu akan diterima dan direkam oleh pikiran bawah sadar, sehingga secara tidak langsung dapat mengontrol perilakunya.

Contoh cerita-cerita positif misalnya tentang semangat pantang menyerah, berperilaku yang baik, rajin belajar, dan sebagainya.

Itulah tadi penjelasan apa itu hypnoparenting dan cara menerapkannya dalam mengasuh atau berkomunikasi dgn anak. Jadi  yang terpenting adalah sebagai orangtua, ibu dan ayah sebaiknya terbiasa menggunakan kalimat dan cara penyampaian yang positif saat berkomunikasi dengan si Kecil. Ibu dah ayah  juga harus berperilaku baik dan positif sehingga anak juga akan menirunya dengan mudah. Sebelum melakukan teknik di atas, pastikan ibu dan ayah juga sudah memahami sikap dan kebiasaan anak, sehingga sugesti yang diberikan tidak bertentangan dengan sifatnya. 

Semoga dgn metode Hypnoparenting ini dapat membantu memberikan perkembangan proses belajar anak anak dalam kondisi pandemi Covid-19 dan pemberlakuan PPKM. 

Penulis.
Teuku Syahwal
Kandidat Doktoral Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta.
×
Berita Terbaru Update