Notification

×

Iklan

Iklan

Peringati Hut RI ke-76, HIMAPI-HIMAHESA-HIMAHUKA melakukan Baksos Peduli Alam

Rabu, 18 Agustus 2021 | 14.48 WIB Last Updated 2021-08-18T07:48:28Z

Gemarnews.com, Banda Aceh - Dunia tengah menghadapi krisis  lingkungan.
Mulai dari pemanasan global, sampah plastik, pencemaran sungai, rusaknya ekosistem laut, kerusakan hutan, abrasi dan banyak persoalan alam yang harus di hadapi.

Oleh karena itu, Ormawa FSH UIN Ar-Raniry Banda Aceh, melakukan bakti sosial yang bertema  Gerakan Menuju Alam Sehat (GEMAS) yang dilaksanakan di pantai Lhok Mata Ie, Desa. Ujong Pancu, Kec. Peukan Bada, Kab. Aceh Besar (17/8/2021).

Dari Gerakan GEMAS ini 3 Ormawa FSH  mengajak para Mahasiswa, pemuda dan Masyrakat untuk sadar pentingnya menjaga lingkungan. 

Kegiatan ini menjadi wadah untuk berkonstribusi serta berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup yang mana bebas dari sampah plastik.

Dimulai dengan kemah bersama, dan dilanjutkan dengan sharing time dan bertukar pikiran, dan keesokan harinya dilanjutkan dengan membersihkan area pantai dari sampah plastik.
Harapan selepas kegiatan ini dapat melahirkan para mahasiswa dan pemuda yang berjiwa sosial, dasar akan kebersihan lingkungan, hingga kompeten dalam bidang kemasyarakatan.

Al Fattah (Ketua Himahuka), Ferdian (ketua Himapi), Mahmuddin (ketua Himahesa), berkolaborasi menggagas kegiatan GEMAS 2021 dan juga dalam rangka memperingati Dirgahayu Hut RI yang ke-76.

Melihat masih banyak kasus kerusakan lingkungan dan biota alam di Aceh. Maka dari itu, 3 lembaga FSH berkeinginan melakukan gerakan kecil yang berdampak besar bagi kebaikan lingkungan.

"Banyak dari masyarakat termasuk pemerintah tidak terlalu peduli pada kelestarian lingkungan dan terus mengeksploitasi lingkungan dan terus berkelanjutan dan gerakan ini untuk menumbuhkan jiwa yang mencintai alam," ujar Mahmuddin.

Dan kegiatan GEMAS ini semata-mata  untuk menjadi motor penggerak untuk seluruh unsur masyarakat, agar sadar terhadap lingkungan dan kesehatan alam.

"Karena tanpa adanya kesehatan alam yang baik, kehidupan tidak akan seimbang," terang Ferdian.

Lebih lanjut Alfattah menyatakan ketidakseimbangan tersebut dapat mengakibatkan hal-hal yang dapat mengancam kesehatan lingkungan dan menerapkan budaya tidak membuang sampah sembarangan,"jelasnya.(*)
×
Berita Terbaru Update