Notification

×

Iklan

Iklan

Siswa Korban Penganiayan Kakak Kelas Di SMAN Unggul Pijay Alami Trauma

Selasa, 31 Agustus 2021 | 20.24 WIB Last Updated 2021-08-31T13:24:38Z

Gemarnews.com, Pidie Jaya - Kasus dugaan tindak kekerasan di lingkungan sekolah terjadi di Kabupaten terkenal dengan khasnya socolatte dan salak plik u. 

Dua belas Siswa kelas II SMAN Unggul Pidie Jaya, dikeroyok sekelompok pelajar lainnya yang diduga kakak kelasnya di Asrama ibadah di lingkungan sekolah tersebut, mengakibatkan beberpa siswa sakit akibat kekerasan.

Kejadian kekerasan yang dilakukan oleh siswa kelas III pada siswa kelas II tersebut terjadi Sabtu (28/8/2021), sekira jam pukul 12.00 wib

Menurut pengakuan salah satu siswa yang jadi korban kekerasa meminta pada Gemarnews.com nama dirahasiakan, kejadian tersebut terjadi pada tengah malam sekitar Jam 12.00 wib, mereka dibangunkan oleh siswa kelas III untuk naik ke lantai dua, 

“Kami 12 siswa sampai dilantai dua tanpa basa basi tangan senior langsung menghajar kami tepat di kepala sampai dibagian perut,” katanya

Diakuinya, mereka dipukul secara membabi buta dan setelah puas dipukul lalu mereka dapat ancaman untuk tidak melapor kepada orang tua terkait kejadian tersebut.

“Akibat kejadian ini, empat teman kaki mengalami muntah dan ada yang mengalami gangguan pada saraf berdasarkan hasil rongent dari rumah sakit serta ada wali siswa yang sakit akibat tahu kejadian ini,” jelasnya

Kepala Cabang Disdik Pidie dan Pidie Jaya Razali MPd mengatakan, terkait kejadian kekerasan antara siswa kelas III dan kelas II di SMU Unggul Pijay, dirinya baru mengetahui berdasarkan laporan kepala sekolah.

“Saya baru saja mengetahui kejadian itu dari laporan kepala sekolah dan saya pastikan besok akan duduk bersama,” katanya

Berdasarkan laporan kepala sekolah tersebut, pihaknya sudah mengintruksikan kepala sekolah untuk melakukan mediasi dengan kedua belah pihak wali murid dan melibatkan komite sekolah dalam mencari solusi bersama.

“Saya sudah intruksikan kepala sekolah untuk berkoordinasi dengan kedua belah pihak wali murid dan komite sekolah mencari solusi terbaik dari kejadian ini,” tambahnya

Sementara untuk proses belajar mengajar, katanya, untuk siswa Kelas III proses belajar mengajar sementara dilakukan dengan cara durring, sembari mengambil solusi dari kejadian tersebut.

“Apapun kejadiannya mereka adalah anak - anak kami, sudah menjadi tanggung jawab kami untuk mencari solusi sehingga kejadian ini tidak terjadi lagi kedepan,” imbuhnya

Untuk klarifikasi kejadi tersebut, metropolis.is belum berhasil menghubungi kepala SMU Unggul Pijay karena handpone kepsek tidak diangkat.(*)
×
Berita Terbaru Update