Notification

×

Iklan

Iklan

Terbuai 'Janji Manis', Warga Dhuafa di Babahrot Diduga Jadi Korban Pungli Oknum Keuchik

Senin, 03 Januari 2022 | 12.53 WIB Last Updated 2022-01-03T14:50:03Z
Dok.Foto: Ilustrasi pungli, Net

GEMARNEWS.COM - BLANGPIDIE, Salah seorang warga Gampong Pantee Rakyat, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh berinisial AD (37) menjadi korban pungutan liar (pungli), diduga pelakunya keuchik gampong setempat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media, Senin (3/1/2022), oknum keuchik tersebut meminta 'segepok uang pelicin' dari AD, untuk mendapatkan satu unit rumah bantuan dari program gampong.

"Iya, saya diminta uang Rp 10 juta sama Pak Keuchik, katanya akan diberikan bantuan rumah dhuafa yang berukuran 8 x 12 meter," ungkap AD.

Namun, ia mengaku, saat itu ia tidak memiliki uang dengan jumlah yang diminta oleh oknum keuchik tersebut. Sehingga setelah bernegosisasi, dirinya hanya memberikan dana tunai sebesar Rp 3 juta.

"Saya tidak punya uang. Untuk membayar ke Pak Keuchik, terpaksa saya harus berhutang ke mertua. Sekarang saya malu karena uang belum saya kembalikan, dan rumah yang dijanjikan sama Pak Keuchik juga tidak ada," tuturnya.

Menurut pernyataan AD, kejadian itu terjadi pada Oktober 2020 lalu, namun hingga saat ini bantuan rumah dhuafa yang dijanjikan tak kunjung ada kejelasan.

Bukan itu saja, AD mengaku telah berusaha meminta agar uang itu dikembalikan saja. Namun ia kembali menerima 'janji manis' oknum keuchik, bahwa rumah bantuan tersebut akan dibangun secepatnya.

"Saat minta dikembalikan, Pak Keuchik kasih harapan akan dibangun pada bulan Juni 2021 lalu. Nyatanya, sampai sekarang tidak ada kepastian dan kejelasan," tukasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Gampong Pantee Rakyat, yang namanya enggan disebutkan mengatakan, desas desus informasi tersebut telah lama menjadi perbincangan hangat di masyarakat setempat.

"Kami juga mendengar informasi itu. Pak Keuchik diduga meminta uang sama calon penerima rumah dhuafa program desa, untuk besaran jumlahnya capai jutaan rupiah," bebernya.

Dirinya berharap, pihak berwenang dapat mengambil tindakan tegas dalam menyikapi permasalah tersebut. Sehingga kaum dhuafa di Gampong Pantee Rakyat, Babahrot tidak menjadi korban penindasan pungli oknum keuchik.

"Sebagai warga Gampong Pantee Rakyat, kami meminta kepada pihak yang berwenang untuk dapat segera menindaklanjutinya. Jika memang tidak terbukti, hal itu bisa menepis isu-isu yang telah berkembang di masyarakat," pungkasnya.

Keuchik Gampong Pantee Rakyat, Abu Bakar Idris dihubungi via telepon seluler mengungkapkan, bahwa dirinya tidak melakukan pungli seperti informasi yang beredar di masyarakat

"Tidak ada, jika memang ada boleh dihadu. Saya sekarang lagi dikebun," tepis Abu Bakar Idris terkait informasi pungli bantuan rumah dhuafa di Gampong Pantee Rakyat. (RED)
×
Berita Terbaru Update