Notification

×

Iklan

Dakwah Akbar di Pusat Kota Beureunuen Disesaki Manusia

Minggu, 06 Februari 2022 | 23.42 WIB Last Updated 2022-02-06T16:42:50Z

Dok.foto : Polri dan TNI sedang membagikan Masker bagi Pengunjung Dahwah di Keude Beureuneun


GEMARNEWS.COM , BEUREUNUEN - Udara dingin dan rintik-rintik gerimis malam menyelimuti wilayah Mutiara Raya Beureunuen, namun suasana itu sebuah berkah dari Ilahi yang dilimpahkan hingga senantiasa membuat warga semakin antusias untuk menghadiri menyaksikan dan mendengar ceramah atau dakwah maulid akbar secara langsung yang disampaikan oleh penceramah kondang Habib Ahmad Al Habsyi dari Jakarta di komplek terminal Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh Sabtu malam 5 Februari 2022.

Seperti biasa setiap moment pelaksanaan perayaan maulid akbar di Mutiara Raya selalu saja menjadi impian dan harapan bagi masyarakat dengan berbagai alasan, diantaranya panitia selalu mendatangkan pendakwah dari level nasional, begitu juga pembaca wahyu ilahi juga level tingkat nasional dan internasional.

Seperti terpantau media ini, ribuan masyarakat terus berdatangan dari berbagai arah hingga membuat sepanjang jalan pusat kota Beureunuen mengalami kemacetan, namun hal tersebut bukanlah sebuah persoalan bagi para pengguna jalan, karena kemacetan tersebut terus dapat diatasi oleh petugas, para petugas baik dari kepolisian dan dinas perhubungan dibantu oleh warga setempat dapat dengan bijak menertipkan laju kendaraan yang melintas dan mengalihkannya pada jalur khusus dengan lebih aman.

Ribuan warga yang berdatangan juga telah menyesakkan sejumlah sudut dan lorong pertokoan kota. Warga dengan sangat tertip dan sabar menunggu acara pokok atau acara puncak sambil menyimak lantunan merdu ayat suci alqur'an yang di bacakan oleh Tgk. H.Takdir Feriza Hasan, Qari Juara I tingkat Internasional di Turki dan lantunan syalawat kepada baginda rasul Muhammad S.A.W. oleh grup shahibul kiram Beureunuen yang cukup menghibur.

Tampilnya heroik Rapai Geleng Lakuni dari Banda Aceh dan lantunan Syair Rafli Kande dengan "Ubat Hate, Luah Hate", menambah syahdunya suasana malam. Syair yang sangat beradab sangat rapi dengan nilai budaya dan agama, semakin menjadikan betapa khidmat peringatan Maulid Akbar. 

Memang tradisi maulid merupakan sebuah perayaan yang dilakukan dalam rangka memperingati hari lahir nabi Muhammad saw, sebagai bentuk rasa cinta umat muslim kepada sang nabi, yang peringatan di gelar setiap memasuki bulan rabiul awal.

Tradisi meyambut maulid nabi memang sudah menjadi budaya khas dan sebuah kearifan lokal di Aceh yang digelar saban tahun dengan menyiarkan berbagai syiar islam termasuk berdakwah di berbagai tempat tak terkecuali pada pusat terminal kota Beureunuen.

Selain itu peringatan haul tersebut sebagai momentum tahunan pengingat umat muslim akan sosok Rasulullah yang menjadi inspirasi paling sempurna bagi seluruh umat islam dalam menjalani apapun realitas kehidupannya di dunia ini.

Hingga menjelang pukul 22.00 wib menanti kehadiran penceramah Habib Habsyi, gerimis masih tetap menyisakan rintiknya, sampai panitia  membagikan puluhan payung kepada warga yang telah memenuhi dan memadati komplek terminal yang diperkirakan datang dari berbagai penjuru Kabupaten Pidie sesuai pengakuan dari warga.

Ketua Panitia Pelaksana Maulid Akbar , H. Jamaluddin Abdullah Abadi, SP menyampaikan laporan kegiatan maulid akbar dalam sambutannya  yang lebih dikenal sebutan  Walikota Beureunuen itu terdengar dengan sangat jelas, bahkan semua laporan tentang pelaksaan tersampaikan dengan sangat detail.
Mari sama - sama kita perkuat Silaturahmi , kekompakan dan kebersamaan ini sehingga kegiatan ini sukses terlaksana dengan baik , Terimakasih kepada Pedagang Pasar Beureuneun , Kanda Nasir Jamil , Rafli Kande Anggota DPRI FPKS ikut membantu kegiatan ini serta seluruh donatur lainnya , Terimakasih TNI ,Polri , Dishub Pidie dan RAPI Pidie ikut menjaganya keamanan pelaksanaan kegiatan maulid akbar ini ungkap , H.Jamal .

Begitu halnya juga atas sambutan dari Anggota DPR-RI Fraksi PKS , Tgk.H.M.Nasir Jamil, S.Ag, M.Si  yang merupakan putra kelahiran Gampong Lada Kota Mini Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie.

Bahkan saat Rafli Kande yang juga Anggota DPR_RI dalam tampil malam hangat meski ditengah guyuran hujan mampu membuat terkesima masyarakat untuk tetap tidak beranjak dihadapan panggung utama.

Syiar dan Syair menjadi referensi utama dalam kehidupan masyarakat Aceh, hingga lahirnya pepatah agama ngeun adat lagee zat ngeun sifeut (red, agama dan adat, ibarat zat dengan sifat), sebut Keusyik H.Saiful 

Tepat pukul 23.20 penceramah yang dinantipun tiba diatas panggung, sapaan perdana Habib Ahmad terlihat sangat akrab serasa kedatangannya seperti tak begitu asing dengan para pengunjung. 

Bahkan terasa lebih akrab lagi ketika Habib memulai dakwahnya, seakan Habib seperti sudah lama kenal dengan pengunjung dakwah, bahkan kadang pohon hingga angin berhembus terdiam sejenak saat mereka berzikir dan bertasbih kepada Allah SWT.

Dalam mengawali dakwahnya selain menyampaikan ayat demi ayat, hadits demi hadits terkait agama dan tradisi, beliau juga menyampaikan materi terkait pandemi covid_19 Corona Virus.

Kekusyukan masyarakat dalam mendengar dakwah Habib Al-Habsyi yang variatif dengan teknik menyampaikan materi dakwah dalam bahasa Aceh jadi sebuah metode baru bagi beliau, penyampaiannya terasa sangat indah dalam perpaduan kalimat serta narasi dakwah yang mudah dipahami kadang kocak dan sangat luar biasa dalam maknanya.

"Nabi Muhammad memang manusia, namun kwalitas kemanusiaan nabi tentu berbeda dengan kemanusiaan kita manusia, Allah SWT bershalawat kepada nabi kita Muhammad SAW, apalagi kita ummat nabi, hamba Allah, marilah sering sering-sering kita bershalawat kepada nabi", Ucap Habib diselala berselawat dalam dakwahnya.

Bahkan Habib Ahmad Al-Habsyi, banyak memberikan rasionalisasi pendidikan yang memiliki referensi dengan lafas ayat suci dan hadits, salam dan do'a yang terus menerus tersampaikan untuk sebuah keberkahan.

Sampai larut malam memasuki dini hari, masyarakat pengunjung dakwah tidak ingin beranjak pulang sebelum Habib berzikir membaca do'a menjelang tutup materi dakwah.

Adapun tamu dan undangan yang hadi ada dari berbagai pihak, diantaranya mantan Bupati Pidie Tgk.H.Sarjani Abdullah, para pimpinan dayah, para keusyik gampong/desa di Dua Kecamatan yaitu Mutiara Timur dan Mutiara.

Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud, ST juga terlihat dan sempat memberikan kata sambutan, Kapolres Pidie dan Dandim 0102 Pidie yang juga ikut hadir memantau langsung pelaksanaan dakwah tersebut.

Wartawan : Ishak Mutiara

×
Berita Terbaru Update