Notification

×

Iklan

Aceh dan Keberagaman

Selasa, 08 Maret 2022 | 15.29 WIB Last Updated 2022-03-08T08:29:58Z


Gemarnews.com, Opini - Indonesia merupakan kepulauan yang indah dan juga beragam baik dari suku, budaya, ras, bahasa, tradisi, agama dan lainnya yang memiliki ciri khas disetiap daerahnya. Tidak jarang akibat keberagaman tersebut acap kali memicu konflik-konflik antar suku, budaya bahkan kepercayaan ikut terlibat didalamnya. 

Agama juga dapat menjadi pemicu munculnya konflik internal maupun eksternal. Akibat dari banyak sekali orang yang merasa benar terhadap pilihan, pemikiran atau aliran yang dianutnya, ia menganggap apa yang diajarkan oleh leluhurnya tidak boleh ada yang menentang atau menjugde itu salah sehingga jika ada, hal tersebut akan menjadi bomerang dan akan memicu konflik.

Konflik antar agama bagai sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Terkhususnya di Aceh, Aceh merupakan daerah yang memiliki keistimewaan khusus karena pemerintah Indonesia memberikan otonomi khusus untuk daerah istimewa Aceh untuk mengatur daerahnya sendiri.

Sebagaimana yang tercantum dalam undang-undang nomor 44 tahun 1999 provinsi Aceh memiliki empat keistimewaan khusus berupa penyelenggaraan pendidikan, penyelenggaraan kehidupan beragama, penyelenggarana adat istiadat serta peran ulama dalam penetapan kebijakan daerah, yang mana hal tersebut membuat Aceh memiliki keistimewaan kerena diberikan kebebasan untuk melangsungkan  syariat Islam dalam membangun pemerintahannya.

Aceh juga dikenal dengan sebutan serambi mekkah karena pemberlakukan syariat Islam yang kental. Tak jarang pandangan luar terhadap Aceh itu dalam tanda kutip “mengerikan”, namun setelah mereka masuk ke Aceh ternyata apa yang ada dibenak mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka bayangkan, Aceh tidak seekstrim itu dan“semengerikan” yang dibayangkan.

Walaupun Aceh mayoritasnya agama Islam tapi juga terdapat beberapa agama yang juga tersebar di Aceh seperti Kristen, Hindu, Budha, Protenstan, Katolik, Konghucu walaupun masyarakatnya minoritas tapi baik sadar maupun tidak, semua agama yang tersebar di Aceh hidup saling berdampingan antara satu dengan yang lain, baik antar masyarakat, budaya maupun agama.

Seperti misalnya di Aceh Tengah tepatnya di gampong asir asir asia di pesisir danau laut tawar di daerah tersebut terdapat gampong yang yang memiliki 3(tiga) tempat ibadah dalam satu kawasan diantaranya yaitu masjid, gereja dan vihara. 

Sebagaimana dalam tulisan Desi Mentari yang berjudul Kampung Asir-Asir Asia, Kampung Permai Tiga Agama beliau menjelaskan dengan gamblang bahwa di desa tersebut masyarakatnya itu toleran, terbuka dan juga kooferatif dalam berbagai hal dan yang terpenting harus saling mengahargai, jika orang lain ingin menghargai maka kita juga harus menghargai sehingga terciptalah kehidupan yang rukun dan damai.

Seperti baru-baru ini yang terjadi di kota Banda Aceh, masyarakat Aceh yang beragama konghucu melakukan perayaan Imlek. Perayaan imlek bukannlah hari raya agama mereka namun lebih kepada budaya konghucu, jadi siapapun mereka yang keturunan konghucu ataupun masyarakat pada umumnya baik yang beragama Islam, Kristen, Hindu dapat datang dan merayakannya.

Dalam Islam juga dijelaskan dalam surat Al-Hujurat ayat 13 “wahai manusia sungguh kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha mengetahui, Maha teliti”. Dari ayat tersebut setiap orang itu berbeda namun dari perbedaan tersebut bukannya memunculkan konflik tetapi dengan perbedaan membuat kita lebih kuat dan harmonis karena dengan perbedaan menjadikan sesuatu lebih beragam dengan ciri khasnya tersendiri.

Islam adalaha agama yang ramah, sebagai orang yang memiliki pendidikan kita harus menebarkan manfaat toleransi dan berbenah dalam mendalami atau menyelami keilmuannya, karena budaya menyatu dalam moderasi beragama yang menjadikan manusia itu manusia yang toleran terhadap sesama.

Untuk itu LABPSA sebagai komunitas lintas iman dengan anak muda yang memiliki latarbelakang yang juga berbeda-beda membuat kegiatan bersama dengan tujuan mengkampanyekan moderasi beragama yang bertujuan untuk membuka pola pikir, wawasan,  pemahaman sehingga benih-benih perdamaian dapat tersebar diseluruh lapisan masyarakat. 

Dengan adanya demikian membuat kita lebih membuka diri tentang adanya perbedaan yang membuat kita lebih bersatu, mengayomi sehingga muncullah kekhasan berbangsa. []

×
Berita Terbaru Update