Notification

×

Iklan ok

Selama 2023 Rumah Singgah BFLF Tampung 183 Masyarakat Penderita Sakit Kronis Kurang Mampu

Kamis, 04 Januari 2024 | 22.53 WIB Last Updated 2024-01-04T15:53:54Z

Laporan : Fohan Muzakir
 
GEMARNEWS.COM, BANDA ACEH - Yayasan Blood For Life Foundation atau BFLF melalui Program Rumah Singgah gratis bagi pasien kurang mampu penderita sakit kronis dari seluruh Aceh, telah menampung sebanyak 183 masyarakat. 

Data tersebut terhitung dalam kurun waktu satu tahun sejak Januari hingga Desember 2023.

Ketua BFLF Indonesia Michael Octaviano mengatakan, pasien yang selama ini dibantu rata-rata menderita penyakit kronis tidak menular seperti kanker, tumor, jantung, dan batu ginjal. Selain itu juga pasien penderita hidrosefalus, lupus, dan thalasemia.

Michael menyebutkan, rata-rata pasien yang selama ini tertolong melalui program rumah singgah BFLF ini mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua. 

"Mereka yang dibantu berasal dari berbagai Kabupaten/Kota di Aceh seperti aceh Selatan, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Timur, Aceh Utara hingga Aceh Tengah" kata Michael Octaviano saat ditemui Gemarnews.com, Kamis, 4/1/2024 di Banda Aceh.

Lanjut Michael, para pasien yang mendapat fasilitas rumah singgah BFLF selama ini tidak hanya disediakan tempat tidur, pihaknya juga membantu kebutuhan makan hingga antar jemput saat berobat ke rumah sakit.

“Misi kemanusiaan kita adalah memuliakan dan membahagiakan, sehingga masyarakat yang berobat tidak hanya kita berikan tempat tinggal tapi kita dampingi agar kesehatan mental mereka terjaga,” ujar Michael.

Michael menyebutkan, rumah singgah BFLF pusat beralamat di Jalan Kepiting Nomor 5, Gampong Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh. Lokasi tersebut tergolong strategis karena berdekatan dengan Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin.

Selama ini kata Michael, Rumah Singgah BFLF masih berstatus sewa, namun demikian masyarakat yang sedang berobat akan mendapatkan kamar pribadi, kamar mandi luas, dapur, area makan, mushola mini, hingga tempat bersantai.

“Kami menghadirkan rumah nyaman agar masyarakat fokus berobat tanpa memikirkan beban lainnya,” jelasnya.

Selama beroperasi BFLF tidak bekerja sendirian, Rumah Singgah ini dibantu oleh para donatur dari berbagai kalangan. Sehingga, sejak tahun berdirinya pada 2014 hingga 2023 rumah singgah telah membantu sebanyak 1.276 masyarakat.

“Bagi masyarakat yang ingin dibantu oleh BFLF bisa menghubungi ke nomor BFLF call center di 082370809008. Kami juga membuka peluang bagi sahabat yang baik hatinya untuk saling membantu sesama melalui Bank BSI : Rek. 812-608-5290, Bank Aceh : Rek. 614-0224- 7809008.” ungkap Micheal.

Sementara itu, Yusmawati salah satu pasien penerima fasilitas rumah singgah BFLF selama dua tahun ini mengatakan, kehadiran BFLF sangat membantunya dalam menjalani pengobatan. Selama ini, setiap pasien rujukan ke RSUZA harus menjalani control ulang baik satu minggu sekali maupun sebulan lima kali.

“Pulang pergi dari kampung ke Banda Aceh memerlukan biaya yang mahal. Rumah singgah inilah yang selama ini menjadi tempat bagi saya,” terang pasien penderita lupus ini.

Yusmawati berharap, pada tahun mendatang BFLF akan memiliki satu unit rumah singgah permanen di Banda Aceh. 

“Saya melihat sendiri betapa capeknya relawan BFLF harus pindah-pindah rumah setiap tahunnya. Saya selalu berdoa agar Allah membukakan rejeki para donatur sehingga kelebihan rejeki mereka dapat membantu kami semua,” pungkasnya.

Untuk diketahui, rumah singgah BFLF tidak hanya berdiri di pusat kota Banda Aceh. Hingga tahun 2023 rumah singgah ini telah membuka cabang seperti Rumah Singgah BFLF Aceh Barat Daya, dan Rumah Singgah BFLF depan RS Yuliddin Away Aceh Selatan. 

Selain itu BFLF turut membuka di Provinsi lainnya seperti Rumah Singgah BFLF Cut Nyak Dhien Rawamangun Jakarta Timur, Rumah Singgah BFLF Arrayan di Banyumas belakang RS. Prof. Margono Jawa Tengah dan Rumah Singgah BFLF Syariah Sumatera Utara dan juga membantu kurang lebih seribuan lebih pasien kurang mampu yang tersebar di Indonesia. (*)
×
Berita Terbaru Update