Notification

×

Dandim 0102/Pidie Dampingi Kunjungan Kerja Menhan RI ke Yonif TP 857/GG

Minggu, 16 November 2025 | 20.29 WIB Last Updated 2025-11-16T13:29:53Z

 
Gemarnews.com , Pidie – Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Andi Irsan M. Han, turut mendampingi Kasdam Iskandar Muda (IM) Brigjen TNI Yudha Fitri, Kapoksahli Pangdam IM Brigjen TNI Bambang Sulistyo Heri, S.Sos., M.Han, serta Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran dalam menyambut kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Hor) Purn. Sjafrie Sjamsoeddin, ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 857/Gana Gajahsora, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, pada Minggu, 16 November 2025.
 
Kunjungan Menhan RI ini juga diikuti oleh sejumlah pejabat tinggi TNI dan Kementerian Pertahanan, antara lain Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Pangdam IM Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.IP, Kabagloghan Kemhan Marsdya TNI Yusuf Jauhari, M.Eng, serta para Asisten Kasdam IM.
 
Tujuan utama kunjungan kerja ini adalah untuk meninjau langsung perkembangan pembangunan pangkalan Yonif TP 857/GG, sebuah satuan baru yang dibentuk untuk memperkuat sistem pertahanan di wilayah Aceh, khususnya Kabupaten Pidie.
 
Fasilitas yang ditinjau meliputi dapur umum, barak remaja, serta sejumlah bangunan lain yang masih dalam tahap pembangunan.
 
Menhan RI beserta rombongan disambut oleh Danyonif 857/GG Letkol Inf Hervin Rahadian Jannat, S.H. Setelah menerima laporan jajar kehormatan dari regu jaga kesatrian, Menhan menerima paparan dari Danyonif TP 857/GG terkait kesiapan satuan dalam melaksanakan tugas pokok sebagai Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan.
 
Dalam pengarahannya kepada prajurit, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya profesionalisme, kedisiplinan, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
 
“TNI adalah rakyat. Harus menyatu dengan rakyat dan menghormati rakyat. Tidak boleh menyakiti hati rakyat, serta harus menjunjung tinggi disiplin, loyalitas, dan jiwa korsa,” tegasnya.
 
Menhan juga menyampaikan bahwa pembentukan Yonif TP 857/GG merupakan amanat rakyat untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia menegaskan seluruh prajurit harus berpegang teguh pada Sapta Marga dan 8 Wajib TNI dalam melaksanakan tugas.
 
Menhan turut menyoroti pentingnya sinergi lintas institusi, terutama dengan Polri.
 
“Kalau Panglima dan Kapolri kompak, kalian juga harus kompak. Kalau tentaranya kuat, polisinya kuat, negara pasti kuat,” ujarnya.
 
Di hadapan media, Menhan menjelaskan bahwa pembentukan Yonif TP 857/GG merupakan bagian dari strategi penguatan postur pertahanan jangka panjang.
 
“Indonesia memiliki 514 kabupaten. Idealnya, setiap kabupaten dijaga satu batalyon sebagai bentuk kesiapan menjaga kedaulatan negara,” jelas Menhan.
 
Kunjungan kerja ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam pembangunan satuan-satuan baru di seluruh Nusantara sebagai bagian dari modernisasi dan pemerataan kekuatan pertahanan.
 
Jenderal TNI (Hor) Purn. Sjafrie Sjamsoeddin juga berpesan kepada seluruh prajurit Yonif TP 857/GG, "Tugasmu jaga dan pertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sampai dengan titik penghabisan!"
 
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin beserta rombongan melaksanakan makan siang bersama dengan seluruh prajurit Yonif TP 857/Gana Gajahsora sebagai bentuk kebersamaan dan solidaritas antara pimpinan dan prajurit. Pungkasnya. 

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update