Notification

×

Pelatihan Psikososial Bagi Lansia dan Disabilitas Terdampak Bencana di Kabupaten Bener Meriah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 00.51 WIB Last Updated 2026-01-30T17:51:35Z



GEMARNEWS.COM, REDELONG – Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (MKS-PWA) Aceh menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi fisik dan mental lansia terdampak bencana, dengan melaksanakan kegiatan pelatihan dukungan psikososial bagi lansia dan disabilitas di Uning Teritit Kabupaten Bener Meriah pukul. (30/1/2026)

 

Kesehatan mental para lansia sering kali menjadi isu yang luput dari perhatian. Sebagai kelompok rentan, lansia dihadapkan pada berbagai tantangan psikologis, salah satunya mereka menghadapi fenomena empty nest syndrome atau sindrom sarang kosong.

 

Tidak sedikit dari mereka yang terkena syndrome ini merasakan kesepian di saat anak-anak mereka merantau. Mereka pun mengalami krisis identitas, muncul gangguan tidur, perubahan nafsu makan hingga berbagai gejala fisik lainnya karena dampak psikologis. Kata Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Bener Meriah Halimah

 

Peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan psikososial berjumlah 40 orang. “kegiatan lansia ini ada dua, satu kelas lansia dari ppa daycare kegiatanya sering digabungkan walaupun tidak semua peserta mendapatkan materi kelas lansia.

 

sebelumnya telah dilakukan pengamatan yang memperlihatkan banyak lansia cenderung menjadi lebih pendiam dan kehilangan semangat setelah anak-anak mereka tidak lagi tinggal serumah. Kondisi ini membuat para lansia merasa kesepian, kurang memiliki teman berbagi, dan kehilangan peran dalam keseharian mereka.

 

Halimah menjelaskan lagi “kegiatan penguatan daycare lansia sudah direncanakan sejak bulan November 2025 lalu, tapi. Karena terjadinya musibah banjir dan tanah longsor baru dapat terlaksana hari ini bersamaan dengan pelatihan psikososial, mengingat waktu yang sangat singkat.

 

Kami juga ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada suruh pengurus ‘Aisyiyah yang hadir pada pagi hari ini, selamat datang di kota yang berhawa sejuk ini.

 

 

MKS PWA Aceh yang diwakili oleh Eulisa Fajriana beserta Mursyidah. menjelaskan setelah mengikuti pelatihan ini nantinya diharapkan para peserta dapat mengatasi rasa cemas, rasa takut yang berlebihan, resah, sulit berkomunikasi, menjauh dari lingkungan sekitar.

 

 

Eulisa Fajriana juga menyampaikan pelatihan ini bertujuan mengatasi masalah psikologis seperti kesepian, kecemasan, dan penurunan kemampuan kognitif. 

Mursyidah mewakili PWA-MKS Aceh, memperkenalkan program ini serta memperkenalkan dua narasumber dengan harapan  peserta dapat mengikutinya dengan baik.

 

Berbagai materi dan media psikoedukasi ini telah melalui uji kelayakan terlebih dahulu melalui diskusi dan konsultasi. Seluruh konten materi divalidasi oleh para ahli psikologi, termasuk pembimbing yang merupakan pakar psikologi lansia, serta lembaga profesional.

 

Sosialisasi program dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan secara tatap muka yang meliputi pengenalan konsep , cara menggunakan media, dan panduan fasilitasi yang terangkum dalam buku pedoman.
 

 

Pelatihan diawali dengan Ibu Maria Ulfa materi Psychology First Aid (PFA), lalu dilanjutkan dengan pratik mendengarkan aktif dan terapi reminiscence. Materi kedua dasar psikososial dengan praktik melipat kertas, acara diakhiri oleh materi rehabilitasi sosial pada lansia dan disabilitas oleh Ibu Marsela zein.

 


Ia mengakui kurang menariknya kegiatan dalam komunitas sering kali memang belum menyentuh kebutuhan emosional para lansia. Bahkan, hal tersebut memunculkan keengganan dari mereka untuk bergabung dalam komunitas. “Kegiatan-kegiatan terbatas, kebayakan hanya penyuluhan-penyluhan kesehatan fisik, dan belum bisa menjadi media interaktif mengupas perasaan yang dialami para lansia. Hal ini mungkin yang menjadikan para lansia memilih memendam perasaan.

 


Diakhir kegiatan ditutup pembagian hadiah dan poto bersama. kegiatan ini dapat memberikan hiburan dan sebagai alternatif kegiatan yang menyenangkan bagi lansia dan disabilitas di desa Uning Teritit, Bener Meriah yang terdampak bencana banjir dan longsor. Tutup Bunda Mursyidah (tim)

 

 

 

 

 

 

 

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update