Foto: Yonif 521/DY.
MAMBERAMO TENGAH -- TNI (Tentara Nasional Indonesia) bersama warga di wilayah Papua bergotong royong membangun jembatan darurat tradisional.
Hal ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk membuka akses jalan yang terputus akibat bencana alam, kerusakan infrastruktur untuk menghubungkan desa terpencil agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga kembali berjalan.
Longsor kerap terjadi karena akhir ini curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Distrik Eragayam, ini merupakan respon cepat satgas Yonif 521/DY dan salah satu bentuk wujud kepedulian TNI untuk membantu warga masyarakat agar dapat beraktivitas kembali dan akses transportasi dapat kembali normal yang di akibatkan putusnya jalan yang berada di titik wilayah pertengahan antara Distrik Kelila dan Distrik Eragayam Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan. Sabtu, (24/01/2026).
Danpos Satgas Letda Inf Anggi Hardika menyampaikan yakni pembangunan jembatan darurat ini untuk membantu meringankan beban pengguna jalan dan masyarakat sekitar karena jalur tersebut merupakan akses utama untuk jalur perlintasan masyarakat.
Sementara itu ucapan terima kasih disampaikan oleh kepala adat Bapak Larson Karoba yang mewakili seluruh elemen masyarakat mengucapkan banyak terimakasih kepada Satgas Pamtas Yonif 521/DY khususnya Pos Eragayam yang telah peduli terhadap kesulitan masyarakat perbatasan membuatkan jembatan darurat yang terputus akibat longsor.
Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata,S.E,M.I.P,
Pembuatan Jembatan darurat tradisional dari material kayu yang terputus akibat tanah longsor tersebut dilakukan Satgas Yonif 521/DY bersama warga secara gotong royong.
Sebagai alternatif sementara untuk mengatasi akses jalan yang terputus akibat longsor dan Aksi ini merupakan wujud nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat pedalaman Papua untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat agar supaya Masyarakat dapat bisa beraktivitas kembali seperti biasanya.