GEMARNEWS.COM | LHOKSEUMAWE – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian melaksanakan salat Tarawih bersama masyarakat Kota Lhokseumawe di Masjid Agung Islamic Centre Lhokseumawe, Aceh, Jumat (20/2/2026). Tito menyampaikan rasa bahagia dapat kembali bersilaturahmi dengan masyarakat Lhokseumawe, sekaligus melaksanakan rangkaian ibadah Ramadan bersama.
Ia mengapresiasi kemegahan masjid kebanggaan warga tersebut. Namun demikian, ia juga menyoroti bahwa pembangunan masjid yang telah berlangsung hampir 30 tahun itu belum sepenuhnya rampung.
“Saya berbahagia bisa berkumpul bersama melaksanakan buka puasa, kemudian salat Jumat, salat Isya dan insyaallah sebentar lagi salat Tarawih bersama di masjid kebanggaan warga Kota Lhokseumawe,” ujarnya sebelum pelaksanaan salat Tarawih.
Tito mengaku kagum dengan desain dan kemegahan masjid tersebut, yang menurutnya menjadi ikon kota. Ia menyebut, ketika mencari informasi tentang Lhokseumawe melalui internet, yang muncul adalah gambar-gambar masjid tersebut, terlebih pada malam hari yang tampak indah.
Namun, ia juga mencermati bahwa kondisi bangunan masih belum sepenuhnya layak sebagai ikon kebanggaan karena pembangunannya belum tuntas. “Saya belum tahu harus berbuat seperti apa, tapi saya akan berbuat,” katanya.
Tito menyampaikan akan berupaya mencari berbagai alternatif dukungan untuk membantu penyelesaian pembangunan masjid. Upaya ini dilakukan baik melalui jaringan pemerintah maupun jejaring lainnya, termasuk dari luar negeri. “Insyaallah saya juga banyak sahabat kawan-kawan yang peduli untuk pembangunan masjid,” ucapnya.
Selain menyoroti pembangunan masjid, Tito menegaskan bahwa fokus utamanya di Aceh adalah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Ia menyampaikan bahwa Aceh menjadi salah satu wilayah terdampak terluas dibandingkan provinsi lain di Sumatera.
“Itulah sebabnya kami melaksanakan safari Ramadan di Aceh ini dari hari pertama, itu menyusuri daerah pantai untuk meng-update mengetahui problema-problema yang ada, yang masih dihadapi oleh pemerintah daerah maupun oleh masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, pemerintah pasti bekerja keras untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di daerah terdampak, termasuk Lhokseumawe. “Tapi dalam perjalanan ini kita juga menemukan masalah yang lain seperti masjid ini. Ini juga menjadi catatan bagi kami,” tandasnya.
Foto: Satgas PRR.