GEMARNEWS.COM, ACEH TENGAH – Dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi pasca bencana, Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2026 kembali melaksanakan kegiatan bertema “Literasi Digital Marketing untuk UMKM Desa Mendale.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Kegiatan dilaksanakan pada 16 Februari 2026 di Kampung Mendale dan diikuti oleh pelaku UMKM kopi serta usaha pangan lokal yang terdampak bencana banjir bandang akhir 2025.
Program ini dipimpin oleh Barep Sarinauli, S.S., M.Pd., selaku Ketua LP2MP sekaligus Ketua Pengusul Program dari Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh, dengan anggota pengusul Murthada, S.I.P., M.S.M.
Sementara itu, pelaksanaan teknis kegiatan dikoordinasikan oleh Ketua Program Mahasiswa, Hendi Mahardika, mahasiswa Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh, bersama tim mahasiswa lintas program studi.
*Strategi Digital sebagai Akselerasi Pemulihan UMKM*
Dalam sambutannya, Barep Sarinauli menegaskan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak bagi UMKM pascabencana.
“Pemulihan ekonomi tidak cukup hanya dengan mengaktifkan kembali produksi. UMKM harus mampu menjangkau pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan media digital secara efektif dan strategis,” ujarnya.
Kegiatan literasi digital marketing menghadirkan narasumber Abdul Rahmad, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh. Dalam pemaparannya, Abdul Rahmad menjelaskan strategi pemasaran digital berbasis media sosial, teknik membangun branding produk lokal, serta optimalisasi konten promosi yang menarik dan persuasif.
Peserta dibimbing secara praktik dalam membuat dan mengoptimalkan akun bisnis media sosial, menyusun konten promosi berbasis storytelling produk, teknik fotografi produk sederhana menggunakan smartphone, strategi interaksi pelanggan dan peningkatan engagement dan mahasiswa sebagai Fasilitator Transformasi Digital.
Ketua Program Mahasiswa, Hendi Mahardika, menyampaikan bahwa mahasiswa berperan aktif sebagai fasilitator pendamping dalam praktik langsung pembuatan konten dan pengelolaan akun digital UMKM.
“Kami ingin memastikan para pelaku UMKM tidak hanya memahami teori, tetapi benar-benar mampu mempraktikkan pemasaran digital secara mandiri,” jelasnya.
Anggota pengusul, Murthada, S.I.P., M.S.M., menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program 160 Jam Kerja Efektif Mahasiswa (JKEM) yang dirancang untuk memperkuat aspek produksi, manajemen, dan pemasaran UMKM secara terintegrasi.
*Mendorong UMKM Desa Mendale Lebih Kompetitif*
Melalui pelatihan literasi digital marketing ini, diharapkan UMKM Desa Mendale mampu memperluas akses pasar, meningkatkan volume penjualan, serta membangun citra produk berbasis potensi lokal. Digitalisasi menjadi langkah strategis untuk mempercepat kebangkitan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2026 ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dalam membangun ketahanan ekonomi desa berbasis inovasi dan teknologi.