Notification

×

Pulihkan Trauma Pascabanjir, Mahasiswa UMMAH Lakukan Pendampingan Psikososial di Gampong Kapa

Selasa, 10 Maret 2026 | 00.47 WIB Last Updated 2026-03-09T17:47:50Z

Laporan: Fohan Muzakir

GEMARNEWS.COM, BIREUEN – Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) melalui Program Mahasiswa Berdampak 2026 menerjunkan 50 mahasiswa lintas tiga program studi ke Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, untuk melaksanakan berbagai kegiatan pemulihan pascabencana yang meliputi intervensi psikososial, layanan kesehatan, hingga dukungan pemulihan sektor pertanian masyarakat.

Kabupaten Bireuen diketahui merupakan salah satu daerah yang paling parah terdampak banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025. Bencana tersebut menewaskan 34 jiwa serta merusak sebanyak 12.752 unit rumah warga.

Program Mahasiswa Berdampak ini diketuai oleh Sri Wahyuni, SKM., M.Kes dengan anggota Aris Winandar, SKM., M.Kes. Program tersebut menghadirkan intervensi trauma healing integratif melalui empat sesi terstruktur yang menggabungkan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dan mindfulness dengan kearifan lokal Aceh berupa zikir dan rateb.

Program ini menyasar 28 anggota Posyandu Lansia Sehat Sejahtera di Gampong Kapa yang sebagian besar masih mengalami dampak psikologis pascabencana. Berdasarkan hasil identifikasi awal, sekitar 88 persen lansia mengalami gejala trauma dan 65 persen lainnya mengalami depresi ringan hingga sedang. Program ini menargetkan penurunan gejala trauma hingga 45 persen melalui intervensi yang diberikan.

“Intervensi serupa juga diberikan kepada anak-anak di Gampong Kapa yang mengalami dampak psikologis pascabencana melalui pendekatan trauma healing berbasis bermain, menggambar, dan bercerita, guna membantu mereka mengekspresikan emosi serta memulihkan rasa aman dan keceriaan setelah peristiwa traumatis yang mereka alami,” ujar Sri Wahyuni kepada wartawan, Senin (9/3/2026).

Selain memberikan pendampingan psikososial, tim mahasiswa juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan massal dengan menggunakan instrumen IES-R dan SRQ-20 untuk mendeteksi gangguan psikologis pada masyarakat terdampak.

Tim juga menyerahkan dua set kit kesehatan lengkap kepada kader setempat yang terdiri dari tensimeter digital, glucometer, pulse oximeter, stetoskop, serta kit antropometri guna memastikan keberlanjutan pelayanan kesehatan dasar di tingkat gampong.

“Skrining ini menjangkau seluruh kelompok rentan yang mana sekitar 75 persen mengalami gangguan fisik seperti ISPA, diare, dan penyakit kulit, serta 45 persen mengalami kekambuhan penyakit kronis. Selain itu kami juga mengaktifkan kembali kegiatan posyandu rutin sebanyak empat kali dalam sebulan serta melatih lima kader mandiri untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan,” jelasnya.

Dalam upaya membantu pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian, tim program juga menyerahkan bantuan berupa satu unit hand traktor mini tipe Quick G1000 Boxer berkekuatan 6–8 HP kepada kelompok tani di Gampong Kapa.

Alat tersebut diharapkan mampu membantu petani dalam mengolah lahan sawah yang tertimbun lumpur pascabanjir dengan kapasitas pengolahan sekitar 0,15 hingga 0,2 hektare per jam, yang dinilai lima kali lebih efisien dibandingkan pengolahan secara manual.

“Hand traktor ini menjadi solusi penting mengingat ribuan hektare lahan sawah di Bireuen tertimbun lumpur tebal pascabanjir. Percepatan pengolahan lahan menjadi kunci pemulihan ketahanan pangan masyarakat Gampong Kapa,” pungkas Sri Wahyuni.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update