GEMARNEWS.COM BLANGPIDIE - Musim penghujan dengan intensitas tinggi diperkirakan akan terjadi di wilayah Provinsi Aceh, termasuk diwilayah Kabupaten Aceh barat daya (Abdya), Sebagai Antispasi Dini Polres Abdya mengambil langkah cepat dengan menyiapkan ratusan personel siaga bencana dan menyusun skenario tanggap darurat terpadu untuk mengantisipasi banjir serta tanah longsor, Selasa (14/5/2026)
Langkah proaktif ini ditegaskan langsung Kapolres Aceh Barat Daya AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K usai memimpin apel kesiapan di Mapolres setempat.
Keputusan tersebut diambil sebagai respons atas rilis resmi Bupati Aceh Barat Daya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi peningkatan curah hujan signifikan di wilayah Abdya selama sepekan ke depan.
Berdasarkan data pemetaan daerah rawan bencana BPBD Abdya, setidaknya tiga kecamatan masuk kategori risiko tinggi: Blangpidie untuk potensi banjir luapan Sungai Krueng Beukah, Susoh untuk banjir rob dan genangan di pesisir, serta Lembah Sabil untuk tanah longsor di ruas jalan perbukitan.
" Kami tidak ingin kecolongan dan bergerak tanpa persiapan. Prinsipnya adalah _preventif_ dan _cepat tanggap_. Seluruh personel Polres hingga jajaran Polsek sudah disiagakan 24 jam penuh, terutama di wilayah hukum yang petanya merah " Ujarnya.
Berikut Rincian Skenario Tiga Tahap Penanganan Bencana, Untuk memastikan penanganan berjalan sistematis, Polres Abdya membagi skenario menjadi tiga tahap utama dengan penanggung jawab yang jelas di tiap lini :
1. Tahap Pra-Bencana: Fokus Pencegahan dan Deteksi Dini
Pada tahap ini, Kapolres memerintahkan seluruh Bhabinkamtibmas dan personel Polsek untuk meningkatkan patroli dialogis di titik-titik rawan. Sasarannya adalah permukiman di bantaran sungai, lereng bukit dengan kemiringan curam, serta jalur lintas Blangpidie–Tapaktuan yang langganan longsor.
“Kami minta anggota cek langsung jalur evakuasi, pastikan tidak terhalang. Papan imbauan dan titik kumpul sementara juga dicek ulang,” jelasnya.
Selain patroli, sosialisasi masif digencarkan lewat pengeras suara meunasah, grup WhatsApp gampong, dan sambangi rumah warga. Masyarakat diimbau mengenali tanda awal bencana, seperti air sungai keruh tiba-tiba, suara gemuruh dari bukit, atau munculnya retakan tanah di halaman. Bhabinkamtibmas juga mendata kelompok rentan: lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas untuk diprioritaskan saat evakuasi.
2. Tahap Tanggap Darurat: Gerak Cepat 1x24 Jam
Begitu status dinaikkan menjadi “Tanggap Darurat” oleh bupati, Polres Abdya langsung mengaktifkan Posko Terpadu di Mapolres dan tiga Posko Sektor di Polsek Blangpidie, Susoh, dan Lembah Sabil.
Komponennya meliputi:
- *Pengerahan Tim SAR Polres*: Tim dengan kualifikasi selam, vertical rescue, dan operator perahu karet langsung menuju lokasi.
- *Evakuasi Warga*: Prioritas pada kelompok rentan. Kendaraan dinas patroli dan truk Dalmas disiapkan sebagai angkutan evakuasi.
- *Pengaturan Lalu Lintas*: Satlantas menutup total jalur yang tertimbun longsor dan menyiapkan jalur alternatif. Personel ditempatkan 24 jam untuk mencegah warga nekat menerobos.
- *Dapur Umum dan Kesehatan*: Berkoordinasi dengan Bhayangkari Cabang Abdya dan Sidokkes, dapur umum dibuka di posko untuk menjamin logistik pengungsi hari pertama.
3. Tahap Pasca-Bencana: Pemulihan dan Pengamanan
Usai air surut atau material longsor dibersihkan, fokus bergeser ke pemulihan. Samapta dan Reskrim bersinergi melakukan patroli anti-penjarahan di rumah warga yang ditinggal mengungsi. Tim Identifikasi dari Satreskrim membantu mendata korban jiwa, luka-luka, dan kerugian materil untuk keperluan klaim bantuan.
“Yang sering luput adalah trauma warga. Kami siapkan juga personel Polwan dan Bhabinkamtibmas untuk pendampingan psikososial awal di tenda pengungsi, sambil menunggu tim Dinsos,” ujarnya kembali
*Kesiapan Sarpras dan Sinergi Lintas Sektor*
Guna mendukung skenario tersebut, Kabag Log Polres Abdya, telah dilakukan pengecekan total seluruh peralatan SAR. Hasilnya, Polres Abdya kini memiliki 2 unit perahu karet siap pakai, 3 tenda pleton, serta perangkat lainnya, Kapolres menekankan bahwa Polres tidak bisa bekerja sendiri.
“kita harus sama-sama bekerja dan bekerja sama" Pembagian tugas sudah jelas biar tidak tumpang tindih di lapangan" katanya
*Imbauan Khusus untuk Warga*
Menutup keterangannya, Kapolres berpesan agar masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta warga segera melapor ke Bhabinkamtibmas atau Polsek terdekat jika menemukan gejala awal bencana.
“Jangan tunggu parah. Lihat air sungai naik cepat, langsung lapor. Ada retakan tanah di kebun, foto dan kirim ke grup gampong. Satu laporan cepat bisa menyelamatkan banyak nyawa. Keselamatan warga adalah prioritas utama kam" kutipnya lagi.