Notification

×

Belajar dari Tsunami, UMJ dan AMSI Aceh Perkuat Riset Jurnalisme Bencana

Jumat, 17 April 2026 | 12.16 WIB Last Updated 2026-04-17T05:17:05Z
Gemarnews.com, Banda Aceh — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta melalui Program Studi Ilmu Komunikasi dan Magister Ilmu Komunikasi resmi menjalin kerja sama dengan Asosiasi Media Siber Indonesia Wilayah Aceh.
Penandatanganan nota kesepakatan (MoA) tersebut berlangsung di Hotel Ayani, Kamis (16/4/2026), sebagai langkah strategis dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi UMJ yang juga Direktur Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) UMJ, Tria Patrianti, menyampaikan bahwa kerja sama ini membuka ruang kolaborasi antara akademisi dan praktisi media, khususnya dalam bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Dalam aspek pengajaran, kami melihat AMSI Aceh memiliki anggota yang kompeten di bidang jurnalistik dan penguatan kapasitas media di daerah. Apalagi, AMSI Aceh memiliki posisi yang kuat dalam peliputan bencana,” ujar Tria kepada awak media usai penandatanganan.

Ia menjelaskan, melalui kerja sama ini, para praktisi media yang tergabung dalam AMSI Aceh akan dilibatkan sebagai dosen tamu di UMJ. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa, terutama terkait dinamika jurnalistik di lapangan, termasuk peliputan di wilayah rawan bencana.

Selain itu, kerja sama ini juga difokuskan pada penguatan riset akademik. Dosen-dosen UMJ didorong untuk melakukan penelitian terkait praktik media dalam peliputan kebencanaan di Aceh, yang memiliki rekam jejak panjang sejak Tsunami Aceh 2004.

“Pengalaman Aceh dalam menghadapi bencana menjadi laboratorium penting untuk kajian komunikasi, khususnya jurnalisme kebencanaan,” tambahnya.

Pada aspek pengabdian kepada masyarakat, kedua pihak sepakat untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif, baik di Aceh maupun di lingkungan kampus UMJ. Kegiatan tersebut mencakup edukasi media, literasi informasi, hingga pendampingan komunitas.
Sementara itu, Ketua AMSI Aceh, Aryos Nivada, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai sinergi antara dunia akademik dan praktisi media merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas jurnalisme, terutama dalam isu kebencanaan.

“Kerja sama ini penting untuk memperkuat kapasitas jurnalis sekaligus menghadirkan perspektif akademik dalam praktik peliputan di lapangan. Aceh memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi bencana, sehingga bisa menjadi rujukan nasional dalam pengembangan jurnalisme kebencanaan,” ujarnya.

Aryos berharap, kolaborasi ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, melainkan berlanjut dalam bentuk program konkret yang memberikan dampak nyata bagi penguatan media dan peningkatan literasi masyarakat.

“Kami ingin kerja sama ini berlanjut dalam program-program nyata yang berdampak langsung, baik bagi media maupun masyarakat,” pungkasnya.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update