Aceh Timur, Rabu (1/4/2026) — Dekgam Saputra mengimbau kepada pemerintah daerah, camat, hingga para kepala desa (keuchik) di Aceh Timur agar tidak merasa takut terhadap rencana aksi demonstrasi yang akan dilakukan masyarakat.
Menurutnya, aksi tersebut murni sebagai bentuk perjuangan masyarakat dalam menuntut kejelasan dan keadilan atas penanganan korban bencana banjir yang hingga kini dinilai belum maksimal.
"Kami mendapatkan informasi bahwa ada oknum camat mengintruksikan kepada kepala desa agar tidak mengikutsertakan warga menggelar aksi.Ini maksudnya apa kenapa harus berkata demikian seolah menakutkan kami dengan hal seperti ancaman tidak akan bantuan jika adanya unjuk rasa.
Saat dikonfirmasi media ini di salah satu kafe di Aceh Timur, Dekgam Saputra menyampaikan bahwa aksi yang direncanakan bertujuan untuk menyuarakan aspirasi rakyat, sekaligus meringankan beban para kepala desa.
“Kami minta kepala desa jangan takut. Aksi ini untuk mencari keadilan, sekaligus menghindari tekanan langsung masyarakat kepada aparatur desa,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di tengah masyarakat.
“Kami tidak ingin masyarakat melampiaskan kekecewaan ke kepala desa. Jangan sampai kejadian seperti di Gampong Jawa dan Pulo Blang, Kecamatan Idi Rayeuk dan Darul Ihsan terulang kembali,” tambahnya.
Dekgam menegaskan bahwa aksi yang akan dilakukan diharapkan berjalan secara damai, tertib, dan tetap mengedepankan etika serta hukum yang berlaku. Dan dia juga pemerintah,camat dan kepala desa jangan ada takut Takuti masyarakat dengan ancaman apabila masyarakat yang hadir dalam demokrasi tersebut akan di coret dari data penerima korban banjir di Aceh Timur tersebut.
