GEMARNEWS.COM | JAKARTA — Sekretaris Jenderal DPP Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Deden Hardening, menyampaikan kutukan keras, kecaman tanpa kompromi, serta kemarahan mendalam atas tindakan keji dan tidak berperikemanusiaan berupa penyiraman air keras terhadap warga di Bekasi yang hendak melaksanakan ibadah sholat Subuh.
Peristiwa tersebut dinilai sebagai bentuk kekerasan ekstrem yang tidak hanya melukai fisik korban secara permanen, tetapi juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan, rasa aman masyarakat, serta kesucian aktivitas ibadah. Tindakan ini oleh FRIC dikategorikan sebagai kejahatan berat yang mencerminkan kebiadaban pelaku serta degradasi moral yang sangat memprihatinkan.
“Ini adalah tindakan biadab yang tidak hanya menyerang fisik korban, tetapi juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan. Korban adalah warga yang hendak melaksanakan ibadah sholat Subuh, namun justru menjadi sasaran kekerasan brutal. Ini tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apapun. Saya mengutuk keras dan meminta aparat penegak hukum bertindak cepat, tegas, dan tanpa pandang bulu,” tegas H. Deden Hardening dalam pernyataan resminya.
Lebih lanjut, FRIC menegaskan bahwa penyiraman air keras merupakan kejahatan dengan dampak jangka panjang yang sangat serius, baik dari sisi fisik maupun psikologis. Dalam kasus ini, dimensi kejahatan menjadi semakin berat karena terjadi saat korban sedang menuju aktivitas ibadah, yang seharusnya dijamin keamanan dan kenyamanannya.
FRIC mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk:
1.Mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya
2. Menangkap dan memproses pelaku dalam waktu sesingkat-singkatnya
3. Memberikan hukuman seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku
4. Mengungkap motif secara transparan kepada publik
Selain itu, FRIC juga meminta agar negara hadir secara nyata dalam memberikan perlindungan maksimal kepada korban, termasuk perawatan medis intensif, rehabilitasi, serta pendampingan psikologis secara berkelanjutan.
“Tidak boleh ada ruang bagi pelaku kejahatan sadis seperti ini, apalagi dilakukan terhadap warga yang hendak beribadah. Ini adalah alarm serius bagi kita semua. Negara harus hadir, hukum harus ditegakkan, dan pelaku harus dihukum seberat-beratnya,” lanjutnya dengan nada tegas.
FRIC juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan lingkungan, memperkuat kepedulian sosial, serta aktif melaporkan setiap potensi tindak kejahatan di sekitar. Solidaritas masyarakat menjadi kunci dalam mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Kejahatan ini tidak hanya melukai tubuh, tetapi juga melukai rasa kemanusiaan dan nilai-nilai ibadah. Tidak ada kompromi bagi pelaku. Keadilan harus ditegakkan,” tutupnya.