Gemarnews.com, Pidie Jaya — Di tengah masih mengemukanya persoalan gizi dan stunting, peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Paru Keude 04 Yayasan Manunggal Kartika Jaya menjadi langkah strategis yang diharapkan tidak sekadar bersifat seremonial.
Fasilitas tersebut diresmikan oleh Dandim 0102/Pidie, Abdul Hadi, bersama unsur Muspida Kabupaten Pidie Jaya di Desa Paru Keude, Kecamatan Bandar Baru, Senin (04/05/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie Jaya, Munawar Ibrahim, yang mewakili Bupati, perwakilan Kapolres Pidie Jaya Mahyudin, unsur Muspika Bandar Baru, Koordinator Wilayah SPPG Pidie Jaya Muhammad Ahlul Udzri, Kepala SPPG Mardani, serta tokoh masyarakat setempat.
Rangkaian acara berlangsung khidmat, dimulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh, hingga prosesi adat peusijuek (tepung tawar) sebagai simbol harapan akan keberkahan dan keberlanjutan program.
Dalam sambutannya, Dandim Abdul Hadi menegaskan bahwa kehadiran SPPG merupakan bentuk kepedulian bersama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan pemenuhan gizi.
“Generasi yang kuat lahir dari masyarakat yang sehat. Fasilitas ini harus benar-benar dimanfaatkan, bukan hanya dibangun lalu ditinggalkan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, tanpa keterlibatan aktif masyarakat dan sinergi antarinstansi, program pemenuhan gizi berpotensi tidak berjalan optimal.
Senada dengan itu, Sekda Munawar Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Manunggal Kartika Jaya. Ia menilai kehadiran SPPG sebagai langkah konkret dalam menjawab tantangan serius di bidang gizi, khususnya dalam menekan angka stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah daerah.
“Ini bukan hanya fasilitas pelayanan, tetapi juga pusat edukasi. Tantangan kita bukan sekadar menyediakan, tetapi memastikan masyarakat benar-benar memahami dan memanfaatkan layanan ini,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan SPPG sangat ditentukan oleh kualitas pengelolaan, transparansi, serta konsistensi program dalam jangka panjang. Pemerintah daerah pun membuka ruang kolaborasi bagi semua pihak untuk terlibat aktif.
Di sisi lain, sejumlah tokoh masyarakat menyambut baik kehadiran fasilitas tersebut. Namun, mereka berharap layanan yang diberikan benar-benar menjangkau kelompok rentan dan tidak berhenti pada kegiatan simbolik semata.
Peresmian SPPG Paru Keude 04 ini diharapkan menjadi titik awal penguatan layanan gizi berbasis masyarakat di Pidie Jaya. Meski demikian, tantangan implementasi—mulai dari kesadaran masyarakat hingga kesinambungan anggaran dan operasional—akan menjadi ujian nyata ke depan.
Acara ditutup dengan doa bersama, mengiringi harapan agar fasilitas ini tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi juga berfungsi optimal dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. pungkasnya.