GEMARNEWS.COM, KOTA LANGSA - Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Kota Langsa lakukan kegiatan Silaturahim Shohibul qurban dan kajian Qurban Ahad 24 Mei 2026, di Aula SMP Muhammadiyah.
Tujuan acara
ini adalah sebagai bentuk mengapresiasi dan bentuk terimakasih kepada Shohibul
qurban yang masih setia menitipkan qurbannya kepada Lazismu Kota Langsa.
(26/5/2026)
Alhamdulillah
tahun ini Lazismu berhasil mengumpulkan 10 ekor lembu dan 5 ekor kambing. Selain
silaturahim, juga adanya kajian tentang qurban yang langsung disampaikan oleh Ustd.Dr Nursanjaya M.Pd.
Turut hadir
Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Langsa sekaligus Dewan Pengawas Syariah
Lazismu H. Bustami A Latief, Pimpinan Daerah Aisyiyah Nursa'adah, serta tamu
undangan PD Aisyiyah Aceh Timur, Cabang dan Ranting Se Kota Langsa .
Selain
kajian tentang qurban, juga diselingi dengan pembagian cendra mata untuk
shahibul qurban
Pelaksanaan
qurban di LAZISMU akan dilaksanakan Hari Kamis Tanggal 28 Mei 2026 di Halaman
Mushalla Ranting Blang Seunibong berjarak 950 m atau sekitar 4 mnt dari pusat Kota Langsa.
Ibadah qurban merupakan salah satu syiar utama dalam Islam yang
dilaksanakan setiap tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah, bertepatan dengan Hari
Raya Iduladha dan hari tasyrik.
Tradisi ini telah mengakar kuat dalam kehidupan umat Muslim
sebagai bentuk ketaatan kepada Allah yang meneladani peristiwa agung Nabi
Ibrahim dan Nabi Ismail.
Qurban tidak hanya dipahami sebagai penyembelihan hewan, tetapi
sebagai simbol kepasrahan total seorang hamba kepada perintah Tuhannya.
Dalam praktiknya,
qurban memiliki dimensi yang unik dibanding ibadah lainnya karena melibatkan
pengorbanan harta dalam bentuk nyata yang manfaatnya langsung dirasakan oleh
orang lain.
Momentum ini menghadirkan suasana religius sekaligus sosial yang
kuat, di mana ibadah individual berdampak langsung pada kesejahteraan kolektif
masyarakat.
Qurban menunjukkan bahwa ibadah dalam Islam tidak
hanya berdimensi individual, tetapi juga sosial. Ketakwaan kepada Allah
dibuktikan melalui manfaat yang dirasakan oleh orang lain.
Di berbagai komunitas Muslim, pengelolaan qurban
dilakukan secara kolektif melalui masjid dan lembaga sosial agar distribusinya
lebih merata dan tepat sasaran. Model ini memperlihatkan integrasi antara
ibadah ritual dan manajemen sosial yang profesional.
Dengan pengelolaan yang baik, qurban berkembang
menjadi instrumen pemberdayaan sosial sekaligus pembinaan spiritual umat secara
berkelanjutan. (Agusnaidi B/Riz/Ha)

