Notification

×

Mahasiswa USK Belajar Edit Film Dakwah, Seminar Kreatif Ini Jadi Sorotan Anak Muda Aceh

Minggu, 03 Mei 2026 | 15.17 WIB Last Updated 2026-05-26T08:17:54Z
GEMARNEWS.COM, ACEH BESAR – Mahasiswa Mata Kuliah Pembinaan Karakter II (MKPK II) Universitas Syiah Kuala mengikuti Seminar Dasar-Dasar Editing Video yang berfokus pada pembuatan konten dakwah dan film bernuansa Islami untuk media sosial. Kegiatan tersebut berlangsung meriah di Ruang VIP CK Kupi, Aceh Besar, Sabtu (2/5/2026).

Seminar yang digagas oleh Mentor MKPK II, Ari Maulana, mengusung tema “Membangun Kreativitas Dakwah Melalui Editing Video di Era Digital”. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi sekaligus membekali mahasiswa dengan kemampuan dasar editing video yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mampu menjadi sarana dakwah kreatif di tengah perkembangan media digital saat ini.

Acara tersebut menghadirkan pemateri utama, Derri Zaryadi, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Ar-Raniry yang juga berprofesi sebagai videografer freelance. Derri dikenal aktif di dunia perfilman dan editing video, salah satunya sebagai editor di Komunitas Film Trieng. 

Ia juga memiliki prestasi membanggakan melalui karya film “Unanswered” yang berhasil menjadi Finalis Top 7 Short Movie International Mental Health Competition I-Mention Tahun 2025 yang diikuti peserta dari enam negara.

Seminar ini diikuti sekitar 50 mahasiswa lintas fakultas di Universitas Syiah Kuala, mulai dari Fakultas Hukum, Teknik Perminyakan, Teknik Sipil, Teknik Komputer hingga mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota yang sedang menempuh Mata Kuliah Pembinaan Karakter II.

Dalam pemaparannya, Derri menyampaikan materi tentang teknik dasar editing video menggunakan aplikasi CapCut. Ia menjelaskan berbagai teknik mulai dari penggunaan transisi, fade in, fade out, hingga memperlihatkan contoh film hasil editannya kepada peserta seminar.

“Editing video bukan hanya soal teknik, tetapi bagaimana kita menyampaikan pesan yang kuat dan bermakna kepada audiens, terutama dalam konteks dakwah di media sosial,” ujar Derri sambil memperagakan proses editing kepada mahasiswa.

Sementara itu, Ari Maulana selaku penggagas kegiatan mengatakan seminar tersebut diadakan agar mahasiswa tidak hanya memahami ilmu agama secara teoritis di ruang kelas, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai keislaman melalui karya kreatif berupa film dan konten dakwah digital.

“Saya berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa mampu menciptakan karya film dan konten dakwah yang nyata, kreatif, dan berdampak positif bagi masyarakat,” ujar Ari.

Ia juga menambahkan bahwa seminar ini menjadi langkah awal untuk mendorong mahasiswa lebih aktif berkarya di bidang dakwah digital dan pengembangan kreativitas anak muda di era media sosial.

“Ke depan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan potensi diri tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam keterampilan kreatif sehingga dapat melahirkan karya film dan konten dakwah yang inovatif, relevan dengan perkembangan zaman, serta menjadi media penyebaran nilai-nilai keislaman di kalangan generasi muda,” tambahnya.

Kegiatan seminar ini diharapkan menjadi awal lahirnya lebih banyak kreator muda kampus yang mampu menghadirkan konten dakwah inspiratif, edukatif, dan positif di tengah derasnya arus digitalisasi media sosial. Pungkasnya. 

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update