Notification

×

Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Aceh Selenggarakan Pelatihan Keterampilan Menjahit

Selasa, 05 Mei 2026 | 15.59 WIB Last Updated 2026-05-05T08:59:41Z


GEMARNEWS.COM, BANDA ACEH - Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui penyelenggaraan pelatihan keterampilan menjahit bagi anak-anak putri Panti Asuhan Muhammadiyah Punge Blang Cut di Kota Banda Aceh. 


Pelatihan menjahit ini resmi dimulai pada Sabtu, 2 Mei 2026, pukul 14.00 WIB. Lokasi pelatihan dilaksanakan di aula Klinik Muhammadiyah Banda Aceh yang juga berlokasi di Jalan Punge Blang Cut. Klinik yang melayani poli umum, poli gigi dan IGD ini berada tidak jauh dari tempat tinggal peserta.


Kegiatan ini dirancang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, dengan total 24 kali pertemuan. Proses pelatihan dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sepekan, yaitu setiap hari Sabtu dan Minggu. Penanggung jawab kegiatan, Hayati, S.T., M.T. mengatakan jadwal tersebut disusun agar tidak mengganggu aktivitas pendidikan formal para peserta yang sebagian besar masih aktif bersekolah di tingkat SMA.



Wakil Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah, Zaidar Jaafar, S.Ag., mengatakan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam meningkatkan kapasitas individu, khususnya bagi kelompok duafa, fakir miskin, dan anak terlantar, agar memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan secara ekonomi di masa depan.


Sebanyak 14 peserta mengikuti program ini. Mereka merupakan anak-anak putri yang tinggal di Panti Asuhan Muhammadiyah Punge Blang Cut, dengan latar belakang pendidikan menengah atas. Menurut Zaidar, pemilihan peserta didasarkan pada kebutuhan untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan, baik untuk kebutuhan pribadi maupun sebagai peluang usaha di masa depan. Dengan jumlah peserta yang relatif terbatas, pelatihan ini diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memungkinkan pendampingan yang lebih intensif.



Penanggung jawab kegiatan, Hayati dari Divisi Pemberdayaan dan Pengembangan MKS PWA Aceh, dalam laporannya menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan yang telah dirancang oleh organisasi. 


Ia menjelaskan bahwa sebelumnya, pelatihan menjahit juga pernah dilaksanakan pada 23 Juli 2024 dengan sasaran kaum duafa. Pengalaman dari kegiatan sebelumnya menjadi dasar dalam penyempurnaan program saat ini, baik dari segi materi, metode pelatihan, maupun sistem pendampingan peserta.



Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada penguasaan teknik menjahit, tetapi juga diarahkan untuk membangun sikap mandiri dan kesiapan mental peserta dalam menghadapi tantangan kehidupan. Materi yang diberikan mencakup pengenalan alat dan bahan, teknik dasar menjahit, hingga pembuatan produk sederhana yang memiliki nilai guna. Seiring berjalannya waktu, peserta juga akan diperkenalkan pada konsep pengelolaan usaha kecil sebagai langkah awal menuju kemandirian ekonomi.



Ketua PWA-MKS Aceh, Oriza Saphrina, S.H. dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi sosial ‘Aisyiyah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan. Ia menyampaikan bahwa keterampilan menjahit merupakan salah satu kompetensi yang relevan dan memiliki peluang ekonomi yang cukup terbuka, terutama bagi perempuan.



“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha mandiri, meningkatkan rasa percaya diri, serta mampu berperan aktif di tengah masyarakat,” ujar Oriza Saphrina yang biasa disapa dengan Rina.



Rina juga menekankan pentingnya kesungguhan dalam mengikuti setiap tahapan pelatihan. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas materi yang diberikan, tetapi juga oleh komitmen peserta dalam menjalani proses belajar. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.



Kegiatan pembukaan pelatihan turut dihadiri oleh jajaran pengurus PWA Aceh serta pihak terkait lainnya. Salah satu rangkaian acara yang menjadi perhatian adalah penyerahan peralatan menjahit secara simbolis kepada peserta. Penyerahan tersebut dilakukan oleh Zaidar Jaafar, Wakil Ketua PWA Aceh yang juga bertindak sebagai koordinator bidang Majelis Kesejahteraan Sosial.



Rina mengatakan, penyerahan peralatan ini merupakan bagian dari dukungan nyata terhadap keberlangsungan pelatihan. Dengan tersedianya alat yang memadai, peserta diharapkan dapat langsung mempraktikkan materi yang diberikan selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, bantuan tersebut juga menjadi modal awal yang dapat dimanfaatkan peserta setelah pelatihan selesai. 


Secara keseluruhan pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan, khususnya dalam meningkatkan keterampilan hidup (life skills) bagi anak-anak panti asuhan. Keterampilan menjahit dipilih karena relatif mudah dipelajari, tidak memerlukan modal yang terlalu besar, serta memiliki peluang pasar yang cukup luas, baik dalam skala rumah tangga maupun usaha kecil.



“Program ini juga sejalan dengan upaya penguatan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi keluarga dan masyarakat. Dengan memiliki keterampilan yang produktif, perempuan diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu menjadi pelaku ekonomi yang mandiri. 


Selain aspek teknis, pelatihan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak psikologis yang positif bagi peserta. Proses belajar yang terarah dan berkelanjutan dapat meningkatkan rasa percaya diri serta motivasi untuk terus berkembang. Hal ini menjadi penting, terutama bagi anak-anak panti asuhan yang membutuhkan dukungan dalam membangun masa depan mereka,” kata Rina.



Kepada media Rina juga menyampaikan pelaksanaan yang terstruktur dan dukungan dari berbagai pihak, MKS PWA Aceh berharap program ini dapat memberikan hasil yang optimal. Tidak hanya dalam bentuk keterampilan yang dikuasai, tetapi juga dalam perubahan sikap dan pola pikir peserta menuju kemandirian. 


Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus dikembangkan dengan menjangkau lebih banyak sasaran dan jenis keterampilan lainnya. Hal ini sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan ‘Aisyiyah dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program-program pemberdayaan yang relevan dan aplikatif.



“Melalui pelatihan menjahit ini, MKS-PWA mengharapkan para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga memiliki peluang untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Dengan demikian, program ini tidak hanya menjadi kegiatan pelatihan semata, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi dan sosial di masa depan,” pungkas Rina.(*)

 

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update