GEMARNEWS.COM, BANDA ACEH - Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh
para peneliti muda Sekolah Menengah Atas
Negeri (SMAN) 7 Banda Aceh dalam ajang World Young Iventors Exhibition (WYIE)
2026 yang berlangsung pada 18-20 Mei 2026 di Kuala Lumpur Convention Center
(KLCC), Malaysia.
Dalam
even internasonal ini, SMAN 7 Banda Aceh
menurunkan 8 tim peneliti yang menampilkan sejumah karya ilmiah terbaiknya. Kontingen
SMAN 7 yang dipimpin langsung oleh kepala sekolah Dr. Erlawana, S.Pd, M.Pd dan Waka Sarana Novris
Sariani, S.Pd berhasil meraih 5 Medali Emas dan 3 medali Perak serta sebuah kategori
Special Award.
Kepala
SMAN 7 Banda Aceh Dr. Erlawana, S.Pd. M.Pd dalam rilisnya menyampaikan bahwa ajang WYIE tahun 2026 ini diikuti oleh lebih
dari 1000 para peneliti muda dari 17 Negara diantaranya Indonesia, Malaysia,
Hongkong, Macau, Oman, China, Taiwan,
Thailand, Korea, Arab Saudi, Qatar dan lainnya.
“Alhamdulllah
dalam keikutserataannya tahun ini SMAN 7 Banda Aceh mampu bersaing dengan peserta
dari berbagai negara dan meraih prestasi
membanggakan”. ujar Erlawana.
Prestasi
5 medali emas dan 3 Medali perak untuk
SMAN 7 Banda Aceh diraih melalui sejumlah karya inovatif yang dikembangkan oleh
8 tim peneliti yang ambil bagan dalam ajang WYIE ini.
Medali emas partama diraih melalui karya inovasi berjudul Development Of A Laboratory Access Control System Integrating Fingerprint And Rfid Sensors Via Esp8266 Microcontroller yang dikembangkan oleh tim peneliti yang beranggotakan Athallah Ramadhan Putra Syr, Riva Devana Siregar, Nyak Puan Khadija, Muhammad Hafizh Raihan, Wahyu Cakra Buana Hidayat, Muhammad Aghna, Ridho Hizbullah
Medali
Emas Selanjutnya diraih melaui karya tulis yang berjudul Cavacare: Ointment
Formulation From Red Betel Leaf Extract (Piper Crocatum) For Healing Tinea
Versicolor yang diteliti oleh tim yang beranggotakan Muhammad Shaqr Syafiq,
Nafil Syauqi, Syaika Syadida, Ghina Al Khaira, Baginda Geubri Azka, Muhammad
Ariq Dafina, Muhammad Iqbal Asrizal. Selain sukses meraih medali emas kelompok
ini berhasil memukau dewan juri dan melahirkan satu penghargaan special award.
Medali
emas ketiga diraih oleh tim yang beranggotakan Syaza Khalisa, Zhalika
Ramadhani, Nayla Athaya Izzah, Raya Rizki Maharani, Ade Ulfa, Pratama Siddiq
Ramadhan, Haekal Al Khalifi yang sukses menamplkan karya yang berjudul Tanjung
Bloom: A 3-In-1 Deodorant From A Combination Of Tanjung Flower Extract And Alum
(Mimusops Elengi L.)
Medali
emas kempat diraih oleh kelompm yang beranggotakan Kevin Ramadhan Chandra,
Muhammad Daffa Althaf, Alun Alhasyifa, Hasna Kayyisah, Aldafi Rafasyah, Banu
Athaia Fauji, Teuku Ega Alfi Ulhaq dengan judul karya Mouthwash Made From
Kaffir Lime Leaves And Cloves
Medali
emas terakhir diraih melalui karya yang berjudul Utilization Of Watermelon Rind Waste
(Citrullus Lanatus) As A Base Ingredient For Moisturizing Cream Preparation To
Address Xerosis oleh tim peneliti yang beranggotakan Tuanku Mikala Sakha Hamada
Gunawan, Azka Nafeeza, Shella Rizky Ramadani, Naurah Awalia Ramadhani, Aqil
Harsa, Teuku Raja Rayyan, Vanesha Situmorang.
Sementara
itu tiga kelompok lainnya meraih medali perak yang terdiri dari tim yang beranggotakan Kinanti Puspanagari,
Radhial Umami, Aufa Fajduani, Lafifa Jamma, Mutiara Salsabil, Maryam Adzqa
Almeera Isu, Afri Leo Wiradhika dengan judul penelitian A Simple Arduino-Based Earthquake Sensor As A
Disaster Education Medium.
Medali
perak seanjutnya diraih oleh tim yang beranggotakan Aqilla Raisya Putri,
Vicensia Natasya Simbolon, Kania Aisha Putri, Fawwaz Khalis, Nur Asyifa
Diwanita, Fasya Al Ghifari, Nida Ankhafiyya dengan judul karya Arduino
Uno-Based Smoke Detection And Alarm System.
Medali
perak terkahir melalu karya Healthy Snacks Made From Pumpkin (Cucurbita
Moschata), Mackerel (Rastrelliger), And Cheese To Prevent Stunting oleh tim
yang beranggotakan Fayza Kulla Azmina, Roffel Shadiq Thiftazani, Assyura
Bilqis, Atsirah Nazila, Nadhifa Azalia Ali, Naila Muzhaffirah, Teuku Andika
Saputra
Selanjutnya Dr. Erlawana, S.Pd. M.Pd juga menyampaikan bahwa prestasi murid-muridnya ini merupakan hasil dari pembinaan yang intensif selama berbulan-bulan di SMAN 7 yang dibimbing oleh guru-guru terbaik di bidangnya masing-masing.
“Capaian ini menunjukan bahwa anak-anak Aceh sesungguhnya mampu bersaing ditingkat Internasional jika dibimbing dengan baik ujar Erlawana. Selamat dan sukses untuk semua peserta dan apresiasi yang tinggi untuk guru-guru pembimbing yang telah bekerja keras menyiapkan ana-anak untuk ajang ini. “semoga prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi semua siswa untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh dan melahirkan prestasi yang lebih baik lagi di masa yang akan datang ” Pungkasnya.
Kontingen SMAN 7 Banda Aceh telah kembali ke Banda Aceh melalui Bandara Sultan Iskandar Muda pada Sabtu 23 Mei 2026 yang disambut oleh Dewan Guru dan staff serta sejumlah orang-tua / wali siswa. (red)
