![]() |
| Taqwaddin; Wisata Aceh Tengah Mulai Bangkit Lagi Setelah Pascabencana |
GEMARNEWS.COM - Alhamdulillah, kami sekeluarga anak cucu mantu Jumat malam kemarin, 29 Mei 2026 dalam kondisi jalan jembatan yang masih rusak parah akibat bencana "nasional" pada akhir 2025. Tetapi dengan ektra hati-hati akhirnya kami tiba dengan selamat di B-Homestay Takengon Aceh Tengah jam 2.15 dini hari.
Cucu-cucu kami sangat kegirangan. "Dingin kali dingin kali dingin kali Nek. Lebih dingin daripada dalam mobil kita". Teriak Haziq, cucu kami yang paling periang.
Suasana dini itu masih sepi. Tapi mobil berjejer. Sementara pemilik terlelap tidur dalam suasana alam yang dingin 15 C. Ternyata Resort yang kami huni terisi penuh semua.
Paginya setelah sarapan di homestay, kami menikmati kopi enak di ARB. Lalu shalat dhuhur di Mesjid Ruhama yang pernah viral karena bersih dan langsung bersisian dengan sungai yang jernih alami.
Masjid kampung ini ramai dikunjungi oleh warga Aceh daerah pesisir untuk shalat dan "meuramin" makan siang sesuai bekal yang dibawa oleh masing-masing.
Pengurus masjid ini sangat ramah. Parkir mobil diatur oleh penjaga parkir, sehingga tertib dan teratur. Tidak ada pungutan biaya. Yang ada hanya sumbangan sukarela. Bagi pengunjung yang mau silakan isi uang sumbangan sukarela dalam tanggok ikan. Berapapun boleh isi. Tidak dipatok. Tanggok inipun tidak dijaga. Jadi, bebas dan terserah mau kasih berapa.
Saya perhatikan beberapa pengemudi mobil mengisi uang Rp.10.000, kedalam tanggok tersebut. Sedangkan untuk sepeda motor, saya lihat banyak yang serahkan lima ribu rupiah.
Cucu kami gembira di Masjid Ruhama. Setelah mereka shalat dhuhur bersama padanya, lalu mereka duduk di tangga masjid sambil kakinya menjulur ke sungai berair dingin yang mengalir lancar.
Selesai dari masjid tersebut kami ke wisata arung jeram Lokob Badak. Rupanya banyak sekali wisatawan arung jeram ini. Mereka juga berasal dari berbagai daerah luar Aceh Tengah. Ada dari Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, dan lain-lain.
Tampak puluhan mobil parkir rapi. Ratusan pengunjung. Sebagian besar mereka ikut menjadi peserta arung jeram dengan tarif Rp.70.000 per orang yang diisi sebanyak enam orang per perahu karet.
Semua cucu kami naik perahu karet yang dikawal oleh ayah dan dua orang Om-nya. Perjalanan arung jeram memakan waktu sekitar satu jam.
Cucu-cucu bercerita serunya mereka ikut arung jeram. "Chik boleh iya, kami besok ikut lagi arung jeram ?" pinta Chalif, cucu sulung kami yang Juli 26 nanti akan nyantri di Pasantren Almanar.
Malamnya bakda isya, acara dilanjutkan dengan bbq dan tomyam. Demo masak putra tertua kami keren juga. Pak Doktor dan bu dokter rupanya pintar juga masak. Saya ikut makan juga dengan mereka.
Sampai tengah malam semua penghuni Resort homestay asik bercengkrama dengan sesama teman atau keluarga masing-masing. Ada yang asik bakar-bakar ikan, ayam, sate. Ada pula anak-anak yang asik loncat-loncat dalam trampolin di pinggir danau.
Lewat tengah malam. Saya tertidur dalam ruang yang sejuk dan tidak tahu lagi mereka sedang apa.
Intinya, alhamdulillah wisata Takengon Aceh Tengah mulai bangkit lagi. Saya gembira karena dengan semarak wisata maka perputaran ekonomi masyarakat mulai berkembang lagi yang tentu akan menimbulkan muluiplier effect le berbagai sektor.
Seandainya jalan Bireun Takengon atau Lhokseumawe Takengon sudah bagus lagi dalam tahun depan, Insya Allah wisata alam ke Takengon akan lebih ramai lagi.
Apalagi jika didukung dengan perluasan jalan-jalan di dalam Kota Takengon yang mulai padat. Tadi sore saya amati beberapa ruas jalan seperti Jalan Abdul Wahab macet panjang.
Ini tentu prioritas untuk diperluas, mengingat jumlah mobil yang masuk ke Takengon semakin banyak.***
