Notification

×

CEO Galeri Ilmu: Minat Baca Generasi Muda Malaysia Tetap Tinggi di Era Digita

Rabu, 10 Juni 2026 | 16.30 WIB Last Updated 2026-06-10T09:30:28Z

l

GEMARNEWS.COM, Kuala Lumpur – Di tengah gempuran teknologi digital dan penggunaan gawai yang semakin masif, minat baca masyarakat Malaysia, khususnya generasi muda, dinilai masih berada pada tingkat yang sangat menggembirakan. Hal tersebut disampaikan oleh Tuan Haji Yusri bin Mohd Yusof, CEO Galeri Ilmu Media Group, saat berbincang langsung dengan Sekjend Center for Information of Sumatra Pasai Heritage (CISAH), Mawardi Ismail al-Asyi, pada hari terakhir penyelenggaraan Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur (PBAKL) 2026.

PBAKL 2026 berlangsung pada 29 Mei hingga 7 Juni 2026 dan menjadi salah satu ajang literasi terbesar di kawasan Asia Tenggara. Dalam kesempatan tersebut, Tuan Haji Yusri menyampaikan bahwa budaya membaca di Malaysia masih menunjukkan perkembangan yang positif meskipun masyarakat hidup di era digital.

Menurut beliau, antusiasme generasi muda terhadap buku masih sangat tinggi. Bahkan, tidak sedikit pengunjung muda yang datang ke pesta buku dengan persiapan dana khusus untuk berbelanja buku dalam jumlah besar.

"Anak-anak muda di Malaysia masih sangat antusias menghadiri pesta buku. Ada yang rela menghabiskan lebih dari RM700 hanya untuk membeli buku dalam satu kunjungan," ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Tuan Haji Yusri juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada CISAH yang telah menjalin kerja sama dengan Relawan Rangers dalam mempromosikan budaya ilmu dan literasi. Relawan Rangers merupakan tim penulis buku ACEH: Bangkit daripada Luka yang diterbitkan oleh Galeri Ilmu Media Group. Tim ini terdiri dari empat penulis dari CISAH Aceh Utara dan enam penulis dari Halaqah Mukhlisin Malaysia.

Dukungan Tuan Haji Yusri terhadap Relawan Rangers juga terlihat selama berlangsungnya PBAKL 2026. Meskipun disibukkan dengan berbagai agenda serta menyambut tamu-tamu penting, beliau tetap memberikan perhatian dan dukungan penuh kepada tim tersebut.

Melalui salah satu unggahan di akun Facebook pribadinya, beliau bahkan menyebut kolaborasi tersebut sebagai "kerja sama yang luar biasa". Ia juga berharap berbagai upaya memperkuat budaya ilmu, meningkatkan minat baca, serta mendorong pembangunan umat dapat terus memperoleh dukungan luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam perbincangan yang berlangsung hangat, Tuan Haji Yusri turut mengenang kunjungannya ke Krueng Geukueh, Aceh Utara. Hal tersebut menjadi salah satu penghubung kedekatan beliau dengan Aceh dan berbagai program literasi yang melibatkan komunitas penulis dari kedua negara.

Tuan Haji Yusri juga menjelaskan bahwa konsep Ihya Turats yang diusung oleh Galeri Ilmu Media Group merupakan sebuah inisiatif besar untuk menghidupkan kembali khazanah dan warisan ilmu para ulama terdahulu agar terus relevan, dipelajari, serta memberikan manfaat bagi generasi masa kini dan generasi yang akan datang. Melalui berbagai penerbitan dan program literasi, warisan intelektual Islam tersebut diharapkan dapat terus diwariskan kepada masyarakat luas dalam bentuk yang lebih mudah diakses dan dipahami.

Kehadiran Sekjend CISAH di Kuala Lumpur sendiri bertujuan untuk mempromosikan buku ACEH: Bangkit daripada Luka sekaligus menghadiri sesi podcast dalam rangka peluncuran buku tersebut. Selama PBAKL berlangsung, stan 623 yang menampilkan buku tersebut juga menerima kunjungan sejumlah tokoh penting, termasuk Datuk Dr. Asyraf Wajdi Dusuki, Ketua Majlis Amanah Rakyat (MARA).

Melalui dukungan para pelaku industri penerbitan seperti Tuan Haji Yusri bin Mohd Yusof, kolaborasi lintas negara antara Malaysia dan Aceh di bidang literasi diharapkan terus berkembang dan mampu memperluas manfaat budaya membaca bagi masyarakat luas.

Laporan: Mawardi Ismail al-Asyi (Sekjend CISAH).

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update