Aceh Timur, 29 Juni 2026 – Gerakan pembugaran makam leluhur Kesultanan Islam Perlak dilaksanakan di kawasan PT Atakana, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Senin (29/6). Kegiatan tersebut diikuti oleh ahlulbait, ahli waris Kesultanan Islam Perlak, tokoh adat, aparatur gampong, serta masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian situs sejarah Islam di Aceh.
Kegiatan dipimpin oleh Sultan Bandar Khalifah Tuanku Raja Sayed Ahmad Permadani Al-Haq bersama Geuchik Brandang, Geuchik Seumanah, unsur Mukim Kemukiman Nur Ala, dan perwakilan masyarakat Kecamatan Ranto Peureulak.
Fokus utama pembugaran adalah makam Sayed Abdurrahmansyah beserta cucunya, Sultan Alaidin Sayed Maulana Abbasyah, yang diyakini sebagai bagian dari peninggalan sejarah Kesultanan Islam Perlak. Selain memperbaiki kondisi makam, para peserta juga melakukan gotong royong membersihkan lingkungan sekitar kompleks pemakaman.
Sultan Bandar Khalifah Tuanku Raja Sayed Ahmad Permadani Al-Haq mengatakan bahwa pelestarian makam para leluhur merupakan bagian dari upaya menjaga sejarah, budaya, dan identitas Islam di Aceh.
"Kegiatan ini bukan sekadar membangun makam, tetapi juga bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjasa dalam perkembangan Islam di wilayah Perlak. Kami berharap seluruh elemen masyarakat turut menjaga dan melestarikan situs-situs bersejarah agar tetap menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang," ujarnya.
Menurutnya, keberadaan situs-situs sejarah Kesultanan Islam Perlak memiliki nilai penting sebagai bukti perjalanan awal peradaban Islam di kawasan Aceh dan Nusantara. Karena itu, pelestarian situs sejarah memerlukan dukungan berbagai pihak, baik pemerintah, tokoh adat, akademisi, maupun masyarakat.
Kegiatan pembugaran berlangsung dalam suasana gotong royong dan kebersamaan. Para peserta berharap gerakan ini menjadi langkah awal untuk mendorong perhatian yang lebih besar terhadap pelestarian makam-makam bersejarah serta peninggalan Kesultanan Islam Perlak di Aceh Timur.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan nilai-nilai sejarah, budaya, dan keagamaan yang diwariskan para leluhur tetap terjaga serta dapat menjadi sumber edukasi bagi generasi muda dan masyarakat luas.
