Foto Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMP4) Aceh Barat Daya, Jasmadi.
GEMARNEWS.COM BLANGPIDIE - Program Kementerian dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, yaitu Kepala Desa masuk kampus bekerja sama dengan Universitas Indonesia mulai di laksanakan, terdapat 2 (dua) orang kepala Desa atau Keuchik di Kabupaten Aceh barat daya (Abdya) yang terpilih mengikuti kegiatan tersebut, Senin (29/6/2026).
Program yang merupakan bagian dari Program Pemerintahan Desa Berdampak Tahun 2026, sebagaimana tertuang dalam surat Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Nomor 100.2.4/3373/BPD tanggal 18 Juni 2026 tentang penyampaian pelaksanaan kegiatan Kepala Desa Masuk Kampus sudah mulai diterapkan.
Kabupaten Aceh Barat Daya mendapat kesempatan mengirimkan dua orang keuchik untuk mengikuti program Kepala Desa Masuk Kampus yang diselenggarakan Kemendagri RI bekerja sama dengan Universitas Indonesia, 2 nama tersebut adalah Keuchik Alue Padee, Kecamatan Kuala Batee, Muammar Rafi, serta Keuchik Tangan-Tangan Cut, Kecamatan Setia, Juanda.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMP4) Aceh Barat Daya, Jasmadi, didampingi Kabid Pemberdayaan Ekonomi dan Pembinaan Keuangan Gampong, Diski Rahamdy membenarkan bahwa Abdya mengirimkan dua keuchik untuk mengikuti kegiatan tersebut.
"Benar, Kabupaten Aceh Barat Daya mendapat kesempatan mengirimkan dua orang keuchik untuk mengikuti program Kepala Desa Masuk Kampus yang diselenggarakan Kemendagri bekerja sama dengan Universitas Indonesia," ujarnya.
Dirinya berharap keikutsertaan kedua keuchik ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan, sehingga berbagai inovasi maupun praktik baik yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan di desa masing-masing dan menjadi contoh bagi gampong lainnya di Abdya.
"Keikutsertaan dua keuchik ini ditentukan langsung oleh pihak Kemendagri, program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kepala desa melalui pembelajaran, diseminasi praktik baik, inovasi, serta penguatan tata kelola pemerintahan desa" ujarnya kembali.
Kegiatan akan dilaksanakan di Universitas Indonesia Kampus Depok dan diikuti sebanyak 868 kepala desa dari seluruh Indonesia, yang dibagi dalam dua angkatan, masing-masing berjumlah 434 peserta. Setiap kabupaten/kota
mengirimkan dua kepala desa yang dinilai memiliki inovasi, praktik baik, maupun terobosan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri RI menanggung biaya akomodasi dan konsumsi peserta selama kegiatan berlangsung, sedangkan biaya transportasi menjadi tanggung jawab masing-masing pemerintah daerah.
Program Kepala Desa Masuk Kampus bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tata kelola pemerintahan desa, memperkuat kepemimpinan, dan mengoptimalkan pengelolaan dana desa. Inisiatif ini juga memfasilitasi pembekalan akademis serta ajang bertukar pengalaman antar kepala desa.