Notification

×

Dari Konten Liburan hingga Jeriken BBM, Viral di Medsos Berujung Pengunduran Diri Pejabat Gayo Lues

Jumat, 24 Juli 2026 | 09.42 WIB Last Updated 2026-07-24T02:42:43Z
GEMARNEWS.COM, JAKARTA – Viral di media sosial, unggahan bergaya hidup mewah (flexing) yang diduga dilakukan oleh anak seorang pejabat Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, berujung pada pengunduran diri sang ayah dari jabatannya. 24/7/2026.

Pejabat tersebut adalah dr. H. Nevirizal, yang menjabat sebagai Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues. Ia juga pernah dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Gayo Lues.

Sorotan publik bermula dari sejumlah unggahan media sosial yang diduga berasal dari akun milik putrinya, Dea Arranoya. Dalam berbagai unggahan tersebut tampak dokumentasi perjalanan ke luar negeri, seperti Korea Selatan, Bangkok, dan beberapa negara di Eropa, serta percakapan yang memperlihatkan rencana pembelian kendaraan.

Namun, perhatian publik semakin meningkat setelah beredar unggahan yang menampilkan belasan jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM), yang memunculkan berbagai reaksi di tengah masyarakat.

Di tengah derasnya kritik publik, Dea Arranoya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui surat bermeterai yang ditandatangani di Banda Aceh pada 22 Juli 2026.

Dalam surat tersebut, Dea mengakui bahwa unggahan yang dibuatnya merupakan bentuk kelalaian dan kurangnya kedewasaan dalam menggunakan media sosial.

"Saya mengaku salah dan sama sekali tidak mencari pembenaran atas tindakan yang telah saya lakukan. Unggahan-unggahan tersebut adalah murni kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurang bijaksananya saya dalam memanfaatkan media sosial," tulis Dea.

Ia juga menyatakan telah menghapus seluruh unggahan yang menjadi sorotan publik dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa.

"Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama dan akan berusaha menjadi pribadi yang lebih rendah hati, bijaksana, serta lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Saya berharap pintu maaf dapat terbuka atas kesalahan yang telah saya perbuat," lanjutnya.

Di sisi lain, dr. H. Nevirizal mengambil langkah yang mengejutkan dengan mengajukan pengunduran diri dari jabatannya pada Kamis (23/7/2026). Surat pengunduran diri tersebut diserahkan kepada Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, karena Bupati sedang melaksanakan tugas di luar daerah.

Dalam pernyataannya, Nevirizal menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas polemik yang muncul akibat perilaku anggota keluarganya.

"Keputusan ini saya ambil dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab akibat munculnya perhatian publik terkait perilaku anggota keluarga saya yang menimbulkan polemik dan telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempat saya mengabdi," tulis Nevirizal.

Ia menilai bahwa sebagai pejabat publik, dirinya memiliki tanggung jawab etis untuk menjaga integritas, kehormatan, serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah.

Kasus ini menjadi perhatian luas di media sosial dan memicu diskusi mengenai pentingnya etika penggunaan media sosial, khususnya bagi keluarga pejabat publik. Banyak warganet menilai langkah pengunduran diri Nevirizal sebagai bentuk tanggung jawab moral, sementara yang lain menyoroti pentingnya kebijaksanaan dalam memanfaatkan media sosial agar tidak menimbulkan dampak terhadap institusi maupun keluarga.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update