GEMARNEWS.COM | KUNINGAN, – Kesuksesan penyelenggaraan Gebyar Fast Respon Indonesia Center (FRIC) dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat pada sabtu, 4 Juli 2026 menjadi bukti nyata bahwa semangat persatuan, loyalitas, dan kekeluargaan telah mengakar kuat di tubuh organisasi.
Ketua Umum FRIC, H. Dian Surahman, menyampaikan rasa bangga sekaligus haru atas dedikasi seluruh keluarga besar FRIC yang telah bekerja tanpa mengenal lelah demi menyukseskan kegiatan yang berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan.
Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya milik panitia pelaksana di Kabupaten Kuningan, tetapi merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran FRIC dari berbagai daerah yang hadir memberikan dukungan, di antaranya DPW Banten, Bogor, Sumedang, Cirebon, serta para pengurus, anggota, insan pers, TNI-Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat yang ikut menyukseskan acara.
"Hari ini saya melihat bukan sekadar sebuah acara, tetapi saya melihat lahirnya kekuatan besar bernama persaudaraan FRIC. Kekompakan inilah yang akan membawa organisasi ini semakin maju, semakin dipercaya masyarakat, dan semakin dicintai oleh seluruh anggotanya," tegas H. Dian Surahman.
Secara khusus, Ketua Umum FRIC memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Sekretaris Jenderal DPP FRIC H. Deden Hardening serta Ketua DPW FRIC Jawa Barat H. Widaningsih, S.Pd., yang dinilai menjadi motor penggerak keberhasilan penyelenggaraan Gebyar Hari Bhayangkara ke-80.
"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Sekjen DPP FRIC H. Deden Hardening dan Ketua DPW Jawa Barat H. Widaningsih, S.Pd. Keduanya telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan kerja keras yang luar biasa sehingga kegiatan ini berlangsung sukses, aman, tertib, dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kekompakan yang berhasil dibangun di FRIC Kuningan harus menjadi inspirasi bagi seluruh DPW dan DPC FRIC di Indonesia," ujarnya. Minggu, 5 Juli 2026.
H. Dian Surahman menegaskan, kekompakan adalah harga mati bagi seluruh keluarga besar FRIC. Ia meminta seluruh pengurus di semua tingkatan untuk menjaga persaudaraan, memperkuat komunikasi, dan mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
"FRIC tidak boleh terpecah. Kita harus tetap satu komando, satu tujuan, dan satu semangat. Kekeluargaan, loyalitas, dan kebersamaan harus menjadi identitas FRIC dari Sabang sampai Merauke. Organisasi yang besar lahir dari persatuan, bukan dari perpecahan," tegasnya.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa suksesnya Gebyar FRIC di Kuningan akan menjadi awal dari agenda nasional FRIC. Ke depan, kegiatan serupa akan digelar secara bergilir di berbagai provinsi melalui jajaran DPW sebagai bentuk pemerataan program organisasi sekaligus memperkuat sinergi dengan Polri, TNI, pemerintah daerah, insan pers, dan seluruh elemen masyarakat.
"Kuningan telah mencatat sejarah. Namun sejarah ini tidak akan berhenti di sini. Saya ingin seluruh DPW FRIC bersiap menjadi tuan rumah kegiatan nasional berikutnya. Kita akan hadir di berbagai daerah membawa semangat pengabdian, kepedulian sosial, dan memperkuat sinergitas untuk Indonesia," pungkas H. Dian Surahman.
Gebyar FRIC Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum penting yang menegaskan komitmen FRIC sebagai organisasi yang tidak hanya aktif membangun sinergitas dengan Polri, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, edukasi, dan pengabdian.
Dengan semangat "Solid, Kompak, Loyal, dan Mengabdi untuk Negeri", FRIC menegaskan diri sebagai organisasi nasional yang siap menjadi mitra strategis Polri, TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, serta mewujudkan Indonesia yang aman, harmonis, dan sejahtera.