GEMARNEWS.COM, BANDA ACEH – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh terus memperkuat transformasi digital dalam tata kelola organisasi. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pelatihan Training of Trainer (ToT) Satu Data Muhammadiyah (SatuMu) yang digelar di Aula Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Aceh, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah membangun tata kelola organisasi yang modern, terintegrasi dan berbasis data. Melalui implementasi SatuMu, struktur Persyarikatan Muhammadiyah dari tingkat pusat hingga ranting ditargetkan dapat terhubung dalam satu sistem data nasional.
Pelatihan tersebut diikuti sekitar 65 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Aceh.
Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PWM Aceh, Mimiasri, dalam laporannya mengatakan kegiatan ToT tersebut merupakan amanat langsung dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Menurutnya, program tersebut memiliki tujuan penting, yakni memperluas pemahaman dan sosialisasi SatuMu hingga ke tingkat ranting.
“Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 65 peserta yang merupakan keterwakilan dari berbagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Aceh,” kata Mimiasri dalam laporannya.
Muhammadiyah Dituntut Adaptif di Era Digital
Wakil Ketua PWM Aceh, Prof. Dr. Ali Abubakar, M.Ag., menegaskan pentingnya kemampuan organisasi dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Menurutnya, perubahan zaman yang semakin cepat menuntut Muhammadiyah untuk terus bergerak maju dan melakukan pembaruan dalam tata kelola organisasi.
“Ini bukan sekadar pelatihan, melainkan bentuk refleksi digitalisasi yang menuntut Muhammadiyah sebagai organisasi yang maju. Mampukah kita terus mengikuti kemajuan teknologi?” ujar Prof. Ali Abubakar dalam sambutannya.
Ia menilai transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, tetapi menjadi kebutuhan organisasi agar pelayanan dan pengelolaan Persyarikatan dapat berjalan lebih efektif.
Dengan sistem yang terintegrasi, data organisasi diharapkan dapat dikelola secara lebih tertib, akurat dan mudah diakses sesuai kewenangan masing-masing tingkatan organisasi.
Tim SatuMu PP Muhammadiyah Hadir Langsung
Untuk memberikan pemahaman teknis kepada peserta, pelatihan menghadirkan tim SatuMu dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Tim tersebut terdiri dari Amir Nashiruddin dari Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah serta Arwanda Isman dari Sekretariat PP Muhammadiyah Yogyakarta.
Dalam pemaparannya, Tim SatuMu menjelaskan bahwa platform tersebut dirancang sebagai salah satu gerbang utama dalam mendukung layanan tata kelola organisasi Persyarikatan Muhammadiyah secara menyeluruh.
SatuMu menjadi bagian dari ekosistem digital Muhammadiyah yang terintegrasi dengan berbagai platform digital lainnya, termasuk MASA (Muhammadiyah Aisyiyah Super Apps) dan Muhammadiyah ID, sebagai identitas digital resmi bagi warga Muhammadiyah.
Implementasi program tersebut mengacu pada Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 527/KEP/I.0 sebagai salah satu landasan pengembangan tata kelola organisasi berbasis data.
DOM Jadi Fondasi Data Organisasi
Salah satu materi penting dalam pelatihan adalah pemanfaatan Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) sebagai basis data struktur Persyarikatan.
DOM menjadi bagian penting dalam upaya membangun data organisasi yang terpusat, mulai dari struktur kepemimpinan hingga jenjang organisasi di bawahnya.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengelolaan e-KTAM (Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah Elektronik) yang terintegrasi secara nasional.
Keberadaan basis data tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam pengelolaan administrasi, penerbitan dokumen digital, pengelolaan keanggotaan, distribusi iuran serta mendukung kebutuhan organisasi lainnya.
Selama pelatihan, peserta juga dibekali pemahaman mengenai tugas dan fungsi Agen dan Verifikator di setiap jenjang kepemimpinan Muhammadiyah.
Agen memiliki tugas mengelola data organisasi dan anggota serta mengajukan pembaruan data secara berkala.
Sementara Verifikator bertugas melakukan validasi, memberikan persetujuan atau menolak perubahan data yang diajukan.
Pembagian peran tersebut dinilai penting untuk memastikan kualitas, validitas dan akurasi data organisasi tetap terjaga.
SatuMu Jawab Tantangan Data Muhammadiyah
Tim SatuMu menegaskan bahwa DOM memiliki posisi strategis dalam transformasi digital Muhammadiyah.
Selama ini, salah satu tantangan yang dihadapi organisasi adalah belum tersedianya data organisasi yang terpusat dan terintegrasi secara menyeluruh.
Dengan hadirnya SatuMu dan DOM, Muhammadiyah diharapkan memiliki fondasi data yang lebih kuat untuk mendukung pelayanan administrasi dan pengambilan keputusan organisasi.
Data yang akurat tidak hanya dibutuhkan untuk kebutuhan administratif, tetapi juga menjadi dasar dalam menyusun kebijakan, memetakan potensi organisasi dan meningkatkan efektivitas pelayanan kepada warga Persyarikatan.
PWM Aceh Diminta Segera Bentuk Agen dan Verifikator
Sebagai tindak lanjut kegiatan ToT, PWM Aceh didorong segera membentuk tim Agen dan Verifikator di tingkat wilayah.
Pembentukan tersebut selanjutnya diharapkan dapat diteruskan hingga seluruh PDM di Aceh.
Setelah minimal 80 persen Agen dan Verifikator memiliki e-KTAM, pelaksanaan ToT dan bimbingan teknis (Bimtek) akan diperluas secara berjenjang ke tingkat daerah, cabang hingga ranting.
Pola tersebut diharapkan dapat mempercepat proses implementasi SatuMu di seluruh struktur Muhammadiyah di Aceh.
Dengan demikian, pelatihan yang berlangsung di tingkat wilayah tidak berhenti pada pemahaman peserta, tetapi dilanjutkan dengan proses transfer pengetahuan hingga ke struktur organisasi paling bawah.
Menuju Muhammadiyah Aceh Berbasis Data
Pelaksanaan ToT SatuMu menjadi salah satu langkah strategis PWM Aceh dalam menghadapi tantangan digitalisasi organisasi.
Melalui sistem yang modern dan terintegrasi, Muhammadiyah menargetkan pengelolaan administrasi, keanggotaan dan data organisasi dapat dilakukan secara lebih efektif dan akuntabel.
Lebih jauh, data yang terkelola dengan baik diharapkan dapat memperkuat proses pengambilan keputusan organisasi agar lebih cepat, tepat dan responsif terhadap kebutuhan Persyarikatan.
Transformasi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pimpinan pusat, wilayah, daerah, cabang dan ranting.
Dengan demikian, implementasi SatuMu bukan hanya berbicara tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana Muhammadiyah membangun budaya organisasi yang lebih tertib, terukur dan berbasis data.
PWM Aceh menargetkan proses tersebut terus bergerak secara berjenjang hingga seluruh struktur Persyarikatan dapat terintegrasi dalam ekosistem digital Muhammadiyah.
Transformasi digital Muhammadiyah Aceh pun mulai dipacu: dari data yang terintegrasi, menuju tata kelola organisasi yang semakin modern, efektif, transparan dan responsif terhadap perkembangan zaman. tuturnya.