GEMARNEWS.COM, BANDA ACEH – Musyawarah Daerah (Musda) III Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh berlangsung dinamis dan penuh dinamika. Setelah melalui pembahasan panjang hingga proses pemungutan suara (voting), Muktarrudin Usman kembali dipercaya memimpin SPS Aceh usai unggul tipis atas pesaingnya, Zulfikar, dalam pemilihan Ketua SPS Aceh yang digelar di Hotel Amel, Banda Aceh, Kamis (30/7/2026).
Musda diikuti oleh 37 perusahaan pers anggota SPS Aceh. Seluruh pemegang hak suara hadir, baik secara langsung maupun melalui mandat, sehingga tingkat partisipasi mencapai 100 persen.
Sejak sidang dibuka, forum membahas berbagai agenda organisasi, mulai dari tata tertib, persyaratan pencalonan, hingga mekanisme pemilihan ketua. Sejumlah pandangan, usulan, dan interupsi mewarnai jalannya persidangan, namun seluruh proses tetap berlangsung sesuai ketentuan organisasi.
Salah satu dinamika yang menjadi perhatian peserta adalah tidak lolosnya pencalonan Tarmilin Usman. Setelah melalui proses verifikasi, panitia menyatakan yang bersangkutan belum memenuhi persyaratan karena belum menjalani satu periode kepengurusan di SPS sebagaimana diatur dalam tata tertib Musda.
Setelah pencalonan Tarmilin dinyatakan tidak memenuhi syarat, Zulfikar, CEO FA News, maju sebagai calon ketua. Berdasarkan tata tertib, setiap bakal calon wajib memperoleh dukungan minimal 30 persen dari jumlah suara peserta. Dari seluruh nama yang diusulkan, hanya Muktarrudin Usman dan Zulfikar yang memenuhi syarat untuk mengikuti pemilihan.
Persidangan dipimpin oleh Muhammad Saleh, S.E., S.H., M.M. sebagai Ketua Sidang, didampingi Afrizal selaku sekretaris dan Barlian Erli sebagai anggota. Meskipun forum beberapa kali berupaya mencapai mufakat melalui musyawarah, perbedaan pandangan di antara peserta membuat mekanisme pemungutan suara menjadi pilihan akhir.
Penghitungan suara berlangsung dalam suasana tertib dan penuh perhatian. Dari 37 suara sah, Muktarrudin Usman memperoleh 19 suara, sementara Zulfikar meraih 18 suara, sehingga Muktarrudin kembali dipercaya memimpin SPS Aceh untuk periode berikutnya.
Ajak Bersatu Bangun SPS Aceh
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Muktarrudin Usman menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menjaga proses demokrasi organisasi berjalan dengan baik.
“Ini bukan kemenangan Muktarrudin Usman. Ini adalah kemenangan seluruh anggota SPS Aceh. Perbedaan pilihan adalah sesuatu yang wajar dalam organisasi. Setelah Musda selesai, tidak ada lagi kelompok atau kubu. Yang ada adalah kebersamaan untuk membangun SPS Aceh menjadi organisasi yang semakin maju, solid, profesional, dan mampu memperjuangkan kepentingan seluruh perusahaan pers,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan industri media saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.
Ia menilai perusahaan pers harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengabaikan kualitas produk jurnalistik, etika profesi, serta keberlanjutan usaha media.
“SPS harus menjadi rumah besar bagi seluruh perusahaan pers. Kita harus memperkuat kolaborasi, meningkatkan profesionalisme, menjaga etika jurnalistik, serta memperjuangkan iklim usaha media yang sehat agar perusahaan pers tetap mampu membiayai kerja-kerja jurnalistik yang independen dan berkualitas. Pers yang kuat hanya akan lahir dari perusahaan pers yang sehat,” tegasnya.
Perkuat Industri Pers Aceh
Saat ini SPS Aceh menghimpun 37 perusahaan pers aktif dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh. Organisasi tersebut berperan sebagai wadah bagi perusahaan pers dalam memperkuat tata kelola usaha media, meningkatkan profesionalisme, serta memperjuangkan kepentingan industri pers di daerah.
Secara nasional, Serikat Perusahaan Pers (SPS) merupakan organisasi perusahaan pers tertua di Indonesia yang berdiri pada 8 Juni 1946 di Yogyakarta dengan nama Serikat Penerbit Suratkabar. Seiring perkembangan industri media, SPS bertransformasi menjadi organisasi yang menaungi perusahaan pers dari berbagai platform, baik media cetak maupun digital.
Dalam beberapa tahun terakhir, SPS Aceh dinilai berkembang pesat dan dipercaya menjadi tuan rumah sejumlah agenda nasional, seperti HUT SPS ke-79, Rapat Kerja Nasional (Rakernas), serta SPS Awards, yang semakin memperkuat posisi Aceh dalam perkembangan industri pers nasional.
Musda III diharapkan menjadi momentum mempererat soliditas antaranggota sekaligus memperkuat peran SPS Aceh dalam menghadapi tantangan transformasi media di era digital., pungkasnya.