Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, S.H., S.I.K., M.Si., saat menghadiri sekaligus memantau pelaksanaan Rapat Pleno Perjuangan Walisongo Indonesia-Laskar Sabilillah (PWI-LS) Wilayah Jateng.
GEMARNEWS.COM | BOYOLALI – Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri sekaligus memantau pelaksanaan Rapat Pleno Perjuangan Walisongo Indonesia-Laskar Sabilillah (PWI-LS) Wilayah Jawa Tengah yang digelar di Pondok Pesantren Darul Hidayah Al Karomah Noto Jiwo, Desa Bantengan, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.10 hingga 15.40 WIB tersebut dihadiri Pimpinan Pusat PWI-LS Dr. KH. Muhammad Abas Billy Yachsy, M.A. atau Gus Abbas, Panglima Laskar Sabilillah Pusat Ali Hifni Al Batani, jajaran pengurus pusat, pengurus wilayah, serta sekitar 140 peserta dari 23 DPD PWI-LS se-Jawa Tengah.
Rapat pleno mengusung tema “Bersama PWI LS Kita Wujudkan Kemerdekaan Spiritual” dan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Laskar dan Ya Lal Wathon, serta sambutan dari jajaran pimpinan PWI-LS.
Dalam sambutannya, Gus Abbas menekankan pentingnya menjaga nama baik organisasi, memperkuat persatuan dan mengedepankan kekeluargaan. Ia juga meminta proses pemilihan Ketua PWI-LS Jawa Tengah dilaksanakan secara demokratis dengan memilih sosok yang memiliki integritas dan amanah.
Memasuki agenda internal, rapat pleno dilanjutkan dengan pemilihan Ketua DPW PWI-LS Jawa Tengah. Hasil pleno menetapkan KH. Miftahul Huda atau Gus Miftah ABG sebagai Ketua PWI-LS Wilayah Jawa Tengah, sedangkan KH. Muhammad Ahmad Muharror Ali sebagai Wakil Ketua.
Dalam proses pemilihan, sempat terjadi walk out yang dilakukan salah satu calon ketua bersama DPD pendukungnya. Aksi tersebut dipicu keberatan terkait pemberian uang bensin kepada peserta rapat yang dinilai sebagai dugaan praktik politik uang.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan, kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan sekaligus upaya menjaga keamanan dan ketertiban selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
“Perbedaan pendapat merupakan bagian dari dinamika dalam sebuah organisasi. Kami mengajak seluruh pihak tetap mengedepankan musyawarah, menjaga persatuan dan menyelesaikan setiap persoalan sesuai mekanisme organisasi yang berlaku,” ujar AKBP Indra.
Kapolres menambahkan, jajaran Polres Boyolali akan terus memastikan setiap kegiatan masyarakat dapat berlangsung aman, tertib dan kondusif dengan mengedepankan pendekatan yang profesional dan proporsional.
Seluruh rangkaian Pleno PWI-LS Wilayah Jawa Tengah berakhir dalam keadaan aman, lancar dan kondusif.