GEMARNEWS.COM, PIDIE — Di tengah keterbatasan anggaran dan kondisi kas gampong yang menghadapi tekanan akibat pemangkasan anggaran, semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tetap menyala di Gampong Balee Rastong, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie.16/8/2026.
Semangat tersebut ditunjukkan Pustaka Keuneubah, Perpustakaan Gampong Balee Rastong, dengan tetap menggelar rangkaian kegiatan Semarak Kemerdekaan RI 2026.
Kegiatan tahun ini memang digelar dengan skala yang lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya perlombaan juga melibatkan kalangan ibu-ibu, tahun ini kegiatan difokuskan kepada anak-anak dan remaja.
Kepala Pustaka Keuneubah, Nurul Fajri, mengatakan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mematikan semangat kemerdekaan dan kreativitas generasi muda.
Tiga perlombaan utama digelar, yakni lomba mewarnai untuk anak TK dan siswa SD kelas 1-2, lomba tarik pelepah pinang bagi siswa SD kelas 3-6, serta lomba membaca puisi digital bagi siswa SMP kelas 1-3.
Yang paling menarik perhatian adalah lomba membaca puisi digital. Para peserta tidak hanya dituntut membaca puisi, tetapi juga harus menulis karya sendiri, merekam penampilan dalam bentuk video, kemudian mengunggahnya melalui media sosial pribadi atau orang tua dengan menandai akun resmi Pustaka Keuneubah.
Konsep tersebut sempat menimbulkan perdebatan di kalangan orang tua maupun internal pengelola perpustakaan. Namun, gagasan itu akhirnya diterima sebagai bentuk inovasi dalam menyemarakkan kemerdekaan di era digital.
"Kita yakinkan bahwa ini adalah bentuk menyemarakkan kemerdekaan di ruang digital. Anak-anak ini juga sudah sangat akrab dengan era digital, jadi ini adalah bentuk lain memberikan aktivitas digital yang sehat bagi remaja di Gampong Balee Rastong," kata Nurul Fajri.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk mengembangkan program literasi digital di Pustaka Keuneubah.
"Kita sedang merancang pelan-pelan kegiatan literasi digital untuk anak-anak di Gampong Balee Rastong, dalam upaya menarik minat remaja datang lebih ramai ke perpustakaan, sehingga perpustakaan semakin hidup dengan agenda-agenda yang inklusif," ujarnya.
Pada Minggu, 16 Agustus 2026, halaman pekarangan Meunasah Balee Rastong dipenuhi keceriaan anak-anak yang mengikuti perlombaan. Sorak-sorai peserta dan dukungan orang tua membuat suasana semakin meriah.
Sejumlah orang tua juga ikut memberikan dukungan melalui sponsor swadaya. Masyarakat turut memadati lokasi untuk menyaksikan dan memberikan semangat kepada peserta.
Semarak kemerdekaan juga berlangsung di ruang digital. Video pembacaan puisi karya remaja Balee Rastong mendapat perhatian warganet melalui berbagai respons berupa tanda suka, komentar, dan pembagian unggahan.
Usai perlombaan, panitia bergotong royong mempersiapkan hadiah sekaligus menyelesaikan dokumentasi kegiatan.
Seluruh rangkaian kegiatan kemudian mencapai puncaknya pada Senin, 17 Agustus 2026, bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, melalui penyerahan hadiah kepada para pemenang.
Di tengah keterbatasan, Pustaka Keuneubah membuktikan bahwa kemeriahan kemerdekaan tidak selalu bergantung pada besarnya anggaran. Kreativitas, gotong royong, dan kemauan menjaga semangat generasi muda justru menjadi kekuatan utama.
Bagi masyarakat Balee Rastong, kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk terus menumbuhkan kreativitas, literasi, kebersamaan, dan optimisme anak-anak serta remaja sebagai generasi penerus bangsa, pungkasnya.