Notification

×

Kebakaran Jagong Jeget, Kerugian Diperkirakan di Atas Rp5 Miliar Lebih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 00.00 WIB Last Updated 2026-08-10T01:17:39Z


 

GEMARNEWS.COM, TAKENGON – Bukan hanya pemerintah Kabupaten Aceh Tengah yang bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda kawasan Pasar Jagong Jeget, Kampung Jeget Ayu. Hampir seluruh lembaga dan organisasi non pemerintah hadir untuk membantu masyarakat. Minggu (9/8/2026)

 

Warga bersama petugas pemadam kemudian berupaya menghentikan penyebaran api di kawasan pasar. BPBD Aceh Tengah mengerahkan empat armada pemadam, masing-masing dari Pos Jagong Jeget, Pos Atu Lintang, dan dua unit dari Pos Induk. Proses pemadaman juga dibantu warga yang menggunakan peralatan sederhana untuk menjangkau titik-titik api.

 

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, ST, saat berada di posko penanganan mengatakan, berdasarkan pendataan sementara, kebakaran berdampak pada sekitar 90 unit ruko, toko dan kios dengan 72 kepala keluarga (KK) terdampak.

 

Penanganan pascakebakaran dilakukan bersama BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan Aceh Tengah. Pemerintah daerah menyiapkan posko darurat, dapur umum, dan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak. Sebagian warga yang kehilangan tempat tinggal sementara mengungsi ke rumah kerabat, masjid, dan lokasi aman di sekitar kawasan.

 

“Korban jiwa tidak ada. Namun, dua warga mengalami luka dan telah dirujuk ke RSUD Datu Beru Takengon,” ujar Andalika.

 

Pemerintah daerah langsung mengerahkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memberikan bantuan masa panik berupa bahan makanan dan kebutuhan sandang kepada warga terdampak.

 

Andalika, ST, juga menyampaikan selain bantuan logistik, pemerintah juga menyalurkan bantuan uang secara simbolis. BPBD memberikan Rp2 juta dan Baitul Mal Rp2,5 juta, sehingga total bantuan awal mencapai Rp4,5 juta per keluarga.

 

“Insya Allah, bantuan kepada 72 KK terdampak akan diberikan seluruhnya besok pagi,” kata Andalika.

 




Pemkab Aceh Tengah juga telah mendirikan sejumlah posko. Dinas Sosial menyiapkan dapur umum, Dinas Kesehatan membuka posko kesehatan, sedangkan BPBD menyiapkan posko data dan informasi.

 

Sementara itu, kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan. Namun, berdasarkan perhitungan sementara terhadap bangunan dan harta benda yang terbakar, kerugian diperkirakan lebih dari Rp5 miliar.

 

“Kerugian dari seluruh bangunan yang terdampak dan harta benda yang hangus kurang lebih di atas Rp5 miliar, bahkan bisa lebih,” ujar Andalika.

 

Hingga malam ini, penanganan pascakebakaran masih berlangsung di posko. Pendataan korban, kerugian, kebutuhan bantuan serta pelayanan kesehatan terus dilakukan pemerintah daerah bersama instansi terkait.(sumber investigatornews.id/dan berbagai sumber)

 

 


Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update