GEMARNEWS.COM, TAKENGON – Bukan hanya pemerintah
Kabupaten Aceh Tengah yang bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang
melanda kawasan Pasar Jagong Jeget, Kampung Jeget Ayu. Hampir seluruh lembaga
dan organisasi non pemerintah hadir untuk membantu masyarakat. Minggu
(9/8/2026)
Warga bersama petugas pemadam kemudian berupaya menghentikan penyebaran
api di kawasan pasar. BPBD Aceh Tengah mengerahkan empat armada pemadam,
masing-masing dari Pos Jagong Jeget, Pos Atu Lintang, dan dua unit dari Pos
Induk. Proses pemadaman juga dibantu warga yang menggunakan peralatan sederhana
untuk menjangkau titik-titik api.
Kepala
Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, ST, saat berada di posko penanganan
mengatakan, berdasarkan pendataan sementara, kebakaran berdampak pada sekitar
90 unit ruko, toko dan kios dengan 72 kepala keluarga (KK) terdampak.
Penanganan
pascakebakaran dilakukan bersama BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan Aceh
Tengah. Pemerintah daerah menyiapkan posko darurat, dapur umum, dan bantuan
untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak. Sebagian warga yang
kehilangan tempat tinggal sementara mengungsi ke rumah kerabat, masjid, dan
lokasi aman di sekitar kawasan.
“Korban jiwa
tidak ada. Namun, dua warga mengalami luka dan telah dirujuk ke RSUD Datu Beru
Takengon,” ujar Andalika.
Pemerintah
daerah langsung mengerahkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk
memberikan bantuan masa panik berupa bahan makanan dan kebutuhan sandang kepada
warga terdampak.
Andalika, ST, juga
menyampaikan selain bantuan logistik, pemerintah juga menyalurkan bantuan uang
secara simbolis. BPBD memberikan Rp2 juta dan Baitul Mal Rp2,5 juta, sehingga
total bantuan awal mencapai Rp4,5 juta per keluarga.
“Insya Allah,
bantuan kepada 72 KK terdampak akan diberikan seluruhnya besok pagi,” kata
Andalika.
Pemkab Aceh
Tengah juga telah mendirikan sejumlah posko. Dinas Sosial menyiapkan dapur
umum, Dinas Kesehatan membuka posko kesehatan, sedangkan BPBD menyiapkan posko
data dan informasi.
Sementara itu,
kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan. Namun, berdasarkan
perhitungan sementara terhadap bangunan dan harta benda yang terbakar, kerugian
diperkirakan lebih dari Rp5 miliar.
“Kerugian dari
seluruh bangunan yang terdampak dan harta benda yang hangus kurang lebih di
atas Rp5 miliar, bahkan bisa lebih,” ujar Andalika.
Hingga malam
ini, penanganan pascakebakaran masih berlangsung di posko. Pendataan korban,
kerugian, kebutuhan bantuan serta pelayanan kesehatan terus dilakukan
pemerintah daerah bersama instansi terkait.(sumber investigatornews.id/dan berbagai sumber)

