Notification

×

Ketum FRIC: Polri Institusi Menjunjung Tinggi Hukum, Paling Tegas Terhadap Anggota yang Melakukan Pelanggaran.

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15.39 WIB Last Updated 2026-08-08T08:39:48Z
GEMARNEWS.COM | JAKARTA - Ketua Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Dian Surahman menyatakan apresiasi terhadap Polri yang merupakan Institusi yang paling tegas terhadap anggota yang melakukan pelanggaran, dan baru baru ini terjadi di jajaran Polda Jambi dan beberapa Polda lainnya, jika adanya pelanggaran dilakukan oleh oknum Polri ditindak tegas dengan PTDH sesuai kesalahan yang dilakukan.

Polri tidak memberi tempat bagi pelanggar karena Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah institusi yang menjunjung tinggi hukum. 

Karena itu, Polri juga harus paling tunduk pada hukum. Dan tidak ada toleransi bagi anggota Polri yang melakukan kesalahan.
Siapapun dia, apapun pangkatnya.

Setiap pelanggaran akan diproses. Mulai dari pembinaan, kode etik, disiplin, sampai proses pidana. Ini bukan pencitraan. Ini komitmen "Presisi" - Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan.

Tujuan Kapolri satu, Mengembalikan kepercayaan masyarakat. Karena institusi yang kuat adalah institusi yang berani membersihkan rumahnya sendiri.

Hukuman bagi 1 oknum, adalah untuk menyelamatkan nama baik 400 ribu anggota Polri lainnya. Polri tidak melindungi oknum. Polri menindak oknum.

"Ada salah, ada sanksi. Ada pelanggaran, ada proses hukum". Karena kepercayaan masyarakat lebih mahal dari segalanya.

Karena 1 kesalahan oknum bisa melukai kepercayaan jutaan masyarakat. Untuk itu, Polri  berkomitmen: Proses Hukum Tidak ada "tebang pilih". Sidang Kode Etik, PTDH menanti bagi pelanggar berat. Transparansi, Setiap proses selalu di update ke publik.

Polri milik rakyat, dan Polri wajib menjaga marwah itu dengan tindakan nyata, bukan janji. Jika anda melihat anggota kami melanggar, laporkan ke Propam atau 110.

Poin Kunci yang selalu ditekankan  adalah 
Tegas: Ada aturan, ada sanksi. PTDH, pidana, pemberhentian.

Transparan: Proses dibuka ke publik, tidak ditutup-tutupi.

Reformatif: Selain menghukum, juga pembinaan agar tidak terulang.

FRIC selalu mendukung ketegasan Kapolri dalam menindak oknum Polri yang merusak citra Polri , FRIC terbentuk untuk menjaga Marwah Polri " tegas Ketum FRIC,(08/08/2026).

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update