Notification

×

Nelayan Keluhkan Mulut Muara Ujung Serangga Kecamatan Susoh Abdya Yang Tertutup Sedimen Pasir.

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23.27 WIB Last Updated 2026-08-22T16:27:57Z
Foto Kondis terkini Mulut Muara Ujung Serangga yang dipenuhi oleh sedimen Pasir laut 

GEMARNEWS.COM BLANGPIDIE – Puluhan nelayan di kawasan Ujung Serangga, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), terancam kehilangan penghasilan akibat mulut Muara Ujung Serangga kerap tertutup sedimentasi pasir. Kondisi itu membuat perahu nelayan kesulitan keluar-masuk muara dan memaksa mereka berjibaku dengan ombak setiap kali hendak melaut maupun kembali ke daratan, Sabtu (22/8/2026)

Mulut muara yang tertutup sedimen pasir adalah masalah sedimentasi akibat hempasan ombak laut dan arus pasang surut yang membawa material pasir ke jalur keluar-masuk air. Kondisi ini sering terjadi di wilayah pesisir seperti di Ujung Serangga Kecamatan Susoh, yang menyebabkan perahu nelayan kesulitan atau tidak bisa masuk dan berlabuh.

Sedimentasi yang menutup mulut muara telah menjadi persoalan berulang yang hingga kini belum mendapat penanganan permanen. Tumpukan pasir yang terbawa gelombang laut membentuk endapan sepanjang lebih dari 50 meter hingga ke bibir pantai dengan ketebalan mencapai satu meter. Para nelayan harus bergotong royong menarik perahu, baik saat hendak keluar muara maupun ketika kembali setelah melaut. Saat itulah perahu sering dihantam ombak besar.

" Sudah berulang kali kami keruk secara manual, tetapi kembali tertutup, Aliran muara juga semakin dangkal sehingga menyulitkan nelayan hilir mudik, kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas melaut, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi nelayan. Perahu yang dipaksa melewati mulut muara yang dangkal rawan dihantam gelombang hingga terbalik atau rusak. Bahkan, bekal dan hasil tangkapan ikan kerap berhamburan ketika perahu dihantam ombak. Sejumlah perlengkapan melaut seperti mesin, lampu penerang, jaring, aki dan peralatan lainnya juga berisiko rusak atau hilang " Ujar Amran salah seorang Nelayan Di Kecamatan Susoh 

Selain mulut muara, kondisi aliran muara dari kawasan hulu Desa Baharu hingga hilir Ujung Serangga, Desa Kedai Susoh, juga dinilai semakin dangkal. Kondisi tersebut membuat sebagian nelayan gagal melaut karena tidak mampu membawa perahu melewati jalur muara. Nelayan juga harus menanggung biaya tambahan untuk memperbaiki perahu dan perlengkapan melaut yang rusak akibat dihantam gelombang saat proses keluar maupun masuk muara.

" Persoalan ini sebelumnya pernah disampaikan kepada ke tingkat kabupaten. Namun, hingga kini belum terlihat adanya langkah penanganan berupa pengerukan atau normalisasi muara, Kami berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi nelayan kecil. Jika muara dinormalisasi, kami tentu lebih leluasa keluar-masuk dan mencari nafkah di laut,” katanya.

Para nelayan berharap pemerintah segera melakukan pengerukan dan normalisasi di mulut muara termasuk daerah aliran muara Ujung Serangga agar akses keluar-masuk perahu kembali lancar serta risiko kerusakan perahu dan perlengkapan melaut dapat diminimalkan.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update