Notification

×

Prabowo Perintahkan Buku Ajar SD-SMA Dibenahi, Indonesia Bandingkan dengan Negara ASEAN

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18.20 WIB Last Updated 2026-08-08T11:20:18Z


GEMARNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah tengah melakukan upaya peningkatan kualitas buku ajar bagi peserta didik mulai jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).8/8/2026.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, peningkatan kualitas buku ajar tersebut merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah diminta mempelajari sekaligus membandingkan buku pelajaran Indonesia dengan buku ajar dari sejumlah negara lain, khususnya negara-negara ASEAN.

"Petunjuk dari Bapak Presiden, kita diminta mempelajari buku-buku pelajaran sekolah mulai dari SD, SMP, dan SMA. Kemudian, Beliau meminta agar kita membandingkannya dengan buku-buku dari beberapa negara sahabat, misalnya Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Timor-Leste, Kamboja, Vietnam, dan Singapura, khususnya negara-negara ASEAN," ujar Prasetyo, Jumat (7/8/2026).

Menurut Prasetyo, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Prabowo, kata dia, menekankan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan dan perbaikan infrastruktur sekolah, tetapi juga harus menyentuh kualitas materi pembelajaran yang diterima peserta didik.

Dalam proses pembenahan tersebut, Prabowo memberikan tiga arahan utama.

Pertama, buku ajar harus mampu menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan kepada peserta didik. Kedua, pemerintah diminta meningkatkan kualitas buku pelajaran matematika. Ketiga, kualitas buku ajar bahasa Inggris juga menjadi perhatian untuk ditingkatkan.

Prasetyo menjelaskan, pembenahan tersebut tetap harus memperhatikan kondisi dan karakteristik peserta didik Indonesia. Materi pembelajaran tidak dapat disalin begitu saja dari negara lain karena terdapat perbedaan lingkungan, budaya, bahasa dan sistem pendidikan.

"Contohnya, kemampuan berbahasa Inggris. Di antara beberapa negara yang memang kesehariannya menggunakan bahasa Inggris. Dengan kita yang kesehariannya belum menggunakan bahasa Inggris, tentu bentuk maupun isi materi bukunya berbeda," jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan membentuk tim gabungan yang melibatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Tim tersebut akan melakukan kajian komparatif terhadap buku ajar yang digunakan di Indonesia dan sejumlah negara pembanding.

Hasil kajian nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun langkah perbaikan kualitas buku ajar nasional, mulai dari materi, penyajian, desain hingga kesesuaian dengan kebutuhan peserta didik.

Pemerintah juga berencana menghadirkan buku ajar dalam dua bentuk, yakni fisik dan digital. Buku versi digital nantinya diharapkan dapat diunduh dan diintegrasikan dengan Papan Interaktif Digital (PID), sehingga lebih mudah dimanfaatkan oleh siswa maupun tenaga pendidik.

"Intinya, kita ingin memperbaiki kualitas buku ajar bagi seluruh peserta didik mulai dari SD, SMP, hingga SMA," kata Prasetyo.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa arahan Presiden Prabowo untuk membandingkan buku ajar Indonesia dengan negara lain merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden ke sejumlah sekolah pada tahun sebelumnya.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menemukan kondisi sejumlah buku pelajaran yang sudah mengalami kerusakan. Presiden juga menemukan adanya buku dengan ukuran huruf yang dinilai terlalu kecil sehingga menyulitkan siswa untuk membaca.

"Sehingga atas dasar itu, beliau cek buku pelajaran dari SD hingga SMA. Bapak Presiden cek satu per satu, setelah itu beliau meminta agar buku-buku tersebut dibandingkan dengan buku dari negara-negara tetangga," jelas Teddy.

Evaluasi tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah untuk melakukan pembenahan secara lebih menyeluruh terhadap buku ajar nasional.

Pemerintah berharap perbaikan buku ajar dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi peserta didik sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Selain memperkuat nilai nasionalisme dan kebangsaan, pembenahan juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam bidang matematika dan bahasa Inggris agar mereka memiliki kompetensi yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan masa depan.

Dengan kajian terhadap praktik pendidikan negara lain dan tetap menyesuaikannya dengan karakter Indonesia, pemerintah menargetkan hadirnya buku ajar yang lebih berkualitas, mudah dipahami, relevan, menarik, serta dapat diakses secara luas oleh seluruh peserta didik di Indonesia. pungkasnya. 

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update