Satgaswil Papua Barat Densus 88 Anti Teror menggelar rapat koordinasi bersama Kepala Komdigi Loka Monitor Spektrum Frekuensi Manokwari, Rabu, (19/8/2026).
GEMARNEWS.COM | SORONG, - Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat Densus 88 Anti Teror menggelar rapat koordinasi bersama Kepala Komdigi Loka Monitor Spektrum Frekuensi Manokwari pada Rabu (19/8/2026) pukul 14.00 WIT.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Komdigi Loka Monitor Spektrum Frekuensi Manokwari, Kota Sorong tersebut membahas rencana kolaborasi pelaksanaan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan. Langkah strategis ini diambil guna menangani ancaman radikalisme dan ekstremisme di ruang digital.
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh tim Satgaswil Papua Barat yang dipimpin oleh Kombes Pol. Gede Suardana, S.Pd., M.M. Turut mendampingi Ipda M. Arfa Jaya, S.H., Briptu Halim Hanafi, S.H., dan Briptu Muhammad Akbar Sawaluddin. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Kepala Komdigi Loka Monitor Spektrum Frekuensi Manokwari, Dominggu Ludgi.
Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan strategis untuk melaksanakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan secara masif. Sasaran utama program ini meliputi para pemangku kepentingan (stakeholder), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi kemasyarakatan (ormas), organisasi keagamaan, hingga internal keluarga pegawai Komdigi.
Melalui program kolaboratif ini, kedua pihak berkomitmen meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai Pancasila, persatuan, dan toleransi sebagai benteng utama melawan paham ekstremisme.
Selain itu, koordinasi ini bertujuan memacu kewaspadaan publik terhadap penyebaran konten intoleran, radikal, dan propaganda yang marak di media sosial. Masyarakat juga didorong untuk lebih bijak bermedia digital serta memiliki kemampuan memverifikasi informasi demi mengantisipasi narasi yang memecah belah.
Sebagai langkah konkret pascarapat, kedua instansi akan segera membentuk tim teknis. Tim ini bertugas mematangkan materi, menyusun daftar narasumber, dan mengeksekusi pelaksanaan sosialisasi. Langkah ini sekaligus memperkuat peran keluarga dalam deteksi dini paparan radikalisasi di lingkungan terdekat.