Notification

×

Cetak Penyuluh Muda Berintegritas, UKM MANPA UIN Datokarama dan Pemkot Palu Pasang Barisan Lawan Narkoba & HIV/AIDS.

Selasa, 15 September 2026 | 16.06 WIB Last Updated 2026-09-15T09:06:52Z
GEMARNEWS.COM | PALU — Ancaman penyalahgunaan narkoba dan penularan HIV/AIDS di Kota Palu memicu langkah konkrit dari kalangan akademisi. Menggandeng Pemerintah Kota Palu dan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah, Unit Kegiatan Mahasiswa Anti Narkoba dan Peduli Aids (UKM MANPA) UIN Datokarama Palu mematok komitmen bersama dalam sebuah audiensi strategis pada Rabu (9/9/2026).

Langkah ini diambil guna menyelaraskan program edukasi berbasis pemuda agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan di lapangan.
Dalam tatap muka tersebut, Ketua UKM MANPA UIN Datokarama Palu, Muh. Taufik, berdialog langsung dengan Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin. Taufik memaparkan peta jalan serta capaian kinerja organisasi selama satu tahun terakhir, di mana fokus utamanya tertuju pada penguatan kapasitas kader internal.

Menurut Taufik, keberhasilan pencegahan narkoba di tingkat akar rumput sangat bergantung pada kualitas para penyuluhnya. Melalui program Pelatihan kaderisasi, mahasiswa dibekali kemampuan komunikasi publik, kepemimpinan, hingga teknik edukasi massa.
"Kami ingin mencetak penyuluh muda yang tidak hanya paham materi, tetapi juga berintegritas dan memiliki kecakapan komunikasi untuk merangkul sesama generasi muda. Kader MANPA disiapkan menjadi agen perubahan yang aktif menyebarkan pola hidup sehat, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat," ujar Taufik di hadapan jajaran Pemkot Palu.

Pemkot Minta Kader Tak Cuma Jago di Ruang Pelatihan
Gagasan pembentukan benteng edukasi berbasis mahasiswa ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kota Palu. Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, mengapresiasi terobosan UKM MANPA dalam mencetak komunikator-komunikator muda anti-narkoba.
Namun, Imelda memberikan penekanan khusus terkait keberlanjutan gerakan tersebut. Ia menegaskan bahwa proses pengkaderan tidak boleh berhenti sebatas seremoni atau pelatihan di dalam ruangan.
"Langkah mencetak penyuluh muda ini sangat positif. Namun yang terpenting adalah follow-up-nya. Setelah dibekali ilmu dan keterampilan, para kader harus langsung 'turun gunung' mengimplementasikannya," tegas Imelda.
Ia mendorong para kader UKM MANPA untuk segera menyisir sekolah-sekolah dan lingkungan pemukiman di seluruh penjuru Kota Palu. 

Kehadiran penyuluh dari kalangan sebaya (peer educator) dinilai jauh lebih efektif dalam mengetuk kesadaran pelajar dan remaja terkait bahaya laten narkoba serta pencegahan HIV/AIDS.
Sinergi antara akademisi, Pemkot Palu, dan Polda Sulteng ini diharapkan mampu menciptakan iklim Kota Palu yang lebih aman, sehat, dan bersih dari bahaya narkotika.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update