GEMARNEWS.COM, ACEH UTARA — Sampah rumah tangga yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah tak bernilai mulai dilirik sebagai sumber manfaat oleh masyarakat Desa Paya Gaboh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.
Warga setempat antusias mengikuti pelatihan pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair yang digelar dosen Universitas Malikussaleh (Unimal) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik sekaligus memperkenalkan alternatif sederhana untuk mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Program bertema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Produksi Pupuk Organik Cair Berbasis Limbah Rumah Tangga untuk Mendukung Pertanian Ramah Lingkungan” tersebut dipimpin Dosen Program Studi Bioteknologi Universitas Malikussaleh, Mira Humaira, S.Si., M.Si.
Tim pengabdian turut melibatkan Almuna Ramadhani, S.TP., M.Si., Uchti Nuzul Qhinanti Lubis, S.P., M.Si., Septiarini Zuliati, S.P., M.Si., Depita Kardiati, S.Pd., M.Si., dan Dian Arlianty, S.Pd., M.Pd.
Sampah Dapur Punya Nilai Manfaat
Dalam pelatihan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada berbagai jenis limbah organik yang mudah ditemukan dalam aktivitas sehari-hari, seperti sisa sayuran, kulit buah dan air cucian beras.
Bahan-bahan tersebut kemudian diperkenalkan sebagai bahan yang dapat diolah melalui metode sederhana menjadi pupuk organik cair untuk dimanfaatkan pada tanaman.
Ketua tim pengabdian, Mira Humaira, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah rumah tangga.
«“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa limbah rumah tangga memiliki nilai manfaat yang besar. Dengan pengolahan yang tepat, limbah dapat diubah menjadi pupuk organik yang berguna untuk meningkatkan kesuburan tanaman sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.»
Menurutnya, pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk juga dapat membantu mengurangi volume sampah sekaligus menjadi alternatif pendukung kebutuhan pertanian masyarakat.
Warga Langsung Praktik
Pelatihan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi. Peserta juga diajak melakukan praktik langsung pembuatan pupuk organik cair.
Warga mengikuti tahapan kegiatan mulai dari mengenali bahan yang dapat digunakan, proses pengolahan hingga penjelasan mengenai fermentasi.
Antusiasme terlihat dari interaksi peserta selama kegiatan. Sejumlah warga aktif bertanya mengenai teknik pembuatan dan cara penerapannya agar dapat dilakukan secara mandiri di rumah.
Kepala Desa Paya Gaboh, Ibrahim, S.T., menyambut baik kegiatan pengabdian yang dilaksanakan tim Universitas Malikussaleh tersebut.
Menurutnya, materi yang diberikan memiliki kaitan langsung dengan kehidupan masyarakat karena mengajarkan cara mengubah limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.
«“Kami sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh dosen Universitas Malikussaleh. Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam memanfaatkan limbah rumah tangga agar lebih bermanfaat,” kata Ibrahim.»
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan desa.
Bisa Dipraktikkan dari Rumah
Salah seorang peserta, Yanti (51), mengaku memperoleh pengetahuan baru dari pelatihan tersebut.
Ia menilai proses pengolahan pupuk organik cair yang diperkenalkan relatif mudah dipraktikkan dan dapat menjadi salah satu cara mengurangi sampah rumah tangga.
Selain praktik pembuatan, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai teknik penggunaan pupuk organik cair, dosis aplikasi serta manfaatnya bagi tanaman.
Tim Universitas Malikussaleh berharap kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat untuk semakin aktif mengelola limbah organik secara mandiri.
Pengelolaan sampah dari rumah diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan limbah sebagai bahan pendukung kegiatan pertanian.
Melalui kegiatan tersebut, Desa Paya Gaboh diharapkan dapat menjadi salah satu contoh pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan, dengan mengubah persoalan sampah menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertanian berkelanjutan. pungkasnya.