GEMARNEWS.COM | JAKARTA — Tepat 9 September 2026, Indonesia memperingati Hari Olahraga Nasional ke-43. Di usia yang semakin matang ini, olahraga kembali diingatkan sebagai fondasi penting membangun bangsa. Tahun ini peringatan mengusung tema "Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar", sebuah ajakan yang sederhana namun menyentuh inti persoalan kesehatan bangsa.
Tema itu bukan sekadar rangkaian kata. Ia adalah cermin. Bahwa sehat tidak datang dari rumah sakit, melainkan dari kebiasaan kecil yang kita ulang setiap hari. Jalan kaki 15 menit. Senam pagi bersama tetangga. Main bola dengan anak di sore hari. Hal-hal kecil yang sering kita tunda karena merasa "nanti saja".
Ketua Umum DPP Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Dian Surahman menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Indonesia. "Selamat Hari Olahraga Nasional ke-43. Mari kita maknai tema 'Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar' dengan aksi nyata. Karena bangsa yang kuat lahir dari tubuh yang sehat dan semangat yang tidak pernah padam," ujarnya. Jakarta, 9 September 2026.
Menurut H. Dian, olahraga hari ini bukan lagi pilihan gaya hidup. Ia sudah menjadi kebutuhan. Di tengah padatnya kerja, derasnya informasi, dan tingginya tekanan hidup, tubuh butuh digerakkan agar pikiran tetap jernih. "Satu jam untuk bergerak adalah hadiah terbaik yang bisa kita berikan untuk diri sendiri dan keluarga," katanya.
Sekretaris Jenderal DPP FRIC, H. Deden Hardening juga mengajak masyarakat menjadikan Haornas sebagai titik balik. "Jangan tunggu sakit baru sadar. Mulai dari rumah. Ajak anak lepas gawai dan main di luar. Ajak orang tua jalan pagi. Jadikan olahraga sebagai bahasa cinta kita kepada keluarga," ucap H. Deden.
Ia menekankan, masyarakat aktif tidak butuh lapangan megah atau alat mahal. Yang dibutuhkan adalah ruang yang aman dan niat yang tulus. RT bisa menghidupkan kembali senam minggu. Sekolah bisa menambah jam gerak. Kantor bisa memberi waktu istirahat untuk jalan kaki. Dari situlah budaya bugar dibangun.
Mengapa ini penting? Karena beban penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi terus naik. Karena anak-anak kita semakin banyak duduk di depan layar. Karena lansia kita butuh tetap kuat agar bisa menikmati masa tua dengan bermartabat. Jawabannya ada di ujung kaki kita sendiri: bergerak.
Haornas ke-43 mengingatkan bahwa prestasi atlet di kancah dunia adalah kebanggaan. Namun kebanggaan yang lebih besar adalah ketika jutaan warga Indonesia bangun pagi dengan tubuh bugar, bekerja dengan semangat, dan pulang dengan senyum sehat kepada keluarga.
Di akhir pernyataannya, H. Dian Surahman dan H. Deden Hardening berpesan: "Selamat Haornas ke-43. Mulai hari ini, jangan tunda lagi. Satu langkah kecil Anda hari ini, adalah langkah besar Indonesia menuju masyarakat yang aktif, bugar, dan berdaya. Karena Indonesia sehat dimulai dari Anda."