Notification

×

Dirgahayu 71 Tahun Hari Lalu Lintas Bhayangkara Polri, FRIC: Tetaplah presisi dalam bertugas dan ikhlas dalam mengabdi.

Selasa, 22 September 2026 | 14.28 WIB Last Updated 2026-09-22T07:28:32Z
Dok. Humasfricdpp.

GEMARNEWS.COM | JAKARTA — Tepat pada 22 September 2026, keluarga besar Lalu Lintas Bhayangkara Polri memperingati hari jadinya yang ke-71. Bukan usia yang singkat. 71 tahun adalah cerita tentang hujan yang ditembus, terik yang dilawan, dan jalan panjang yang dijaga demi satu tujuan: keselamatan masyarakat. Tahun ini, peringatan mengusung tema "Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri".

Tema itu terasa begitu personal bagi personel di lapangan. Presisi bukan sekadar kata dalam slogan. Presisi adalah ketika seorang anggota berdiri lebih awal sebelum warga berangkat, memastikan anak-anak menyeberang dengan aman, mengatur kemacetan dengan sabar, dan menolong korban kecelakaan tanpa berpikir dua kali.

Ketua Umum DPP Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. DIAN SURAHMAN menyampaikan ucapan selamat secara khusus kepada seluruh personel Lalu Lintas Bhayangkara Polri di seluruh Indonesia. "Selamat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71. Terima kasih untuk pengabdian yang tidak pernah libur. Kalian adalah wajah pertama Polri yang dilihat masyarakat setiap pagi," ujar dalam keterangannya, Jakarta, 22 September 2026.

H. DIAN menambahkan, masyarakat mungkin sering melihat polantas dari balik kaca helm dan peluit di persimpangan. Namun di balik itu ada dedikasi besar yang jarang diceritakan. "Ada yang belum sempat sarapan karena harus mengatur arus. Ada yang kehujanan demi memastikan jalan tetap aman. Pengabdian seperti itulah yang membuat tema 'Mengabdi untuk Negeri' menjadi hidup," katanya.

Senada, Sekretaris Jenderal DPP FRIC, H. DEDEN HARDENING menyampaikan penghormatan mendalam kepada seluruh personel. "Untuk rekan-rekan Polantas di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, selamat HUT ke-71. Tugas kalian berat, risikonya tinggi, tapi kehadiran kalian memberi rasa aman yang tidak bisa digantikan," ucap H. DEDEN.

Menurut H. DEDEN, menjadi Polantas hari ini tidak cukup hanya tegas. Masyarakat membutuhkan sosok yang presisi, humanis, dan bisa menjadi contoh. "Ketika Polantas menolong dengan tulus, ketika melayani SIM dan STNK dengan transparan, ketika menegur dengan bahasa yang santun, di situlah kepercayaan publik tumbuh," ujarnya.

71 tahun perjalanan Lalu Lintas Bhayangkara adalah bukti bahwa pengabdian tidak diukur dari pangkat dan jabatan. Ia diukur dari berapa banyak nyawa yang selamat karena ketertiban yang dijaga, berapa banyak perjalanan yang lancar karena kesabaran di lapangan, dan berapa banyak warga yang pulang dengan selamat ke rumah.

Peringatan tahun ini menjadi momentum untuk saling menguatkan di internal. Jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan jaga integritas. Karena di balik seragam yang dikenakan, ada keluarga yang menunggu di rumah, dan ada masyarakat yang menaruh harapan besar di pundak.

Menutup pernyataannya, H. DIAN SURAHMAN dan H. DEDEN HARDENING berpesan, "Untuk seluruh personel Lalu Lintas Bhayangkara, selamat merayakan 71 tahun pengabdian. Tetaplah presisi dalam bertugas dan ikhlas dalam mengabdi. Karena setiap tetes keringat kalian di jalan adalah ibadah untuk negeri tercinta."

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update