Aceh Timur–Dunia pendidikan di Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, mendapat sorotan tajam. Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Simpang Ulim disebut dalam kondisi kumuh, amburadul dan tidak terurus.
Keluhan itu disampaikan oleh alumni sekaligus putra asli Desa Pucok Alue Dua, Munawir. Ia menilai buruknya manajemen sekolah berawal dari kinerja kepala sekolah.
"Selama ini sekolah tersebut terlihat kumuh dan tidak terawat, rumput kian menutupi jalan masuk. Bahkan kepala sekolah tidak bermasyarakat dengan lingkungan," ujar Munawir.Rabu (23/9/2026)
Munawir juga menyebut kepemimpinan saat ini adalah yang paling bobrok sepanjang sejarah sekolah tersebut, bahkan pernah melarang warga berolahraga di lingkungan sekolah pada sore hari.
"Masyarakat sudah tidak nyaman. Bagaimana siswa bisa nyaman belajar kalau kebersihan sekolah saja diabaikan. Kinerja kepala sekolah hanya pencitraan semata di dunia maya, padahal di lapangan nol," tegasnya.
Ia pun mendesak Dinas Pendidikan Aceh Timur untuk mencopot kepala sekolah tersebut dan mengancam akan melaporkan dugaan penyalahgunaan dana BOS jika tidak ditindaklanjuti.
*Tanggapan Pihak Sekolah: Tidak Benar*
Menanggapi tudingan tersebut, Kepala SMP Negeri 1 Simpang Ulim, Asma Zahara membantah keras semua pernyataan Munawir.
Menurutnya, tudingan bahwa dirinya anti sosial dan sekolah dalam kondisi kumuh adalah tidak benar.
"Apa yang disampaikan oleh Munawir adalah tidak benar jika saya tidak bersosial dan juga mengatakan bahwa sekolah kami kumuh," tegas Asma Zahara saat dikonfirmasi media ini.
Asma Zahara menegaskan, selama ini pihaknya selalu aktif dan memenuhi setiap undangan kegiatan di desa, terutama jika undangan tersebut berasal dari wali siswa.
"Setiap ada kegiatan di desa kami selalu memenuhi undangan apalagi jika undangan dari wali siswa. Anda bisa bertanya kepada guru-guru di sini dan masyarakat sekitar bagaimana sikap saya selama memimpin SMP ini," ujarnya.
Pernyataan kepsek tersebut diperkuat oleh salah seorang guru setempat Mursyida.Ia menyebutkan bahwa selama kepemimpinan Asma Zahara, banyak perubahan positif yang terjadi dan aktivitas sekolah berjalan dengan baik.
"Bukannya kami membela kepsek, yang benar tetap benar. Jika salah mana mungkin kami bela. Intinya yang perlu kami sampaikan bahwa kinerja kepala sekolah kami sangat baik dan perubahan dilakukan sedikit demi sedikit untuk memajukan pendidikan di SMP kami," pungkas guru tersebut.
