Aceh Timur–Beredar isu Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menghindari pendemo adalah hoax dan tidak benar.Fakta di lapangan menunjukkan Bupati Al-Farlaky justru dikenal sebagai Bupati yang selalu menemui warga yang menyampaikan aspirasi.
Dari video yang beredar, terlihat Bupati Al-Farlaky beberapa kali menemui langsung massa aksi di Pendopo Bupati Aceh Timur. Mulai dari persoalan tanggung jawab perusahaan perkebunan, infrastruktur, hingga hak petani lokal.
Bahkan untuk persoalan Jaminan Hidup (Jadup) korban banjir, Bupati juga turun langsung menemui pendemo dan menjelaskan progres pengawalan data ke pusat.
"Tahap ke-2 saya sudah minta Kadinsos bersama dengan staf lainnya mengantarkan ke Jakarta. Saya juga sudah melakukan komunikasi dengan Kepala Satgas Pak Tito Karnavian untuk tahap ke-2 dan tahap ke-3," ujar Bupati Al-Farlaky dalam video tersebut di hadapan pendemo.
Bukti lain, saat Bupati sedang bertugas di luar daerah, ia tetap menyapa dan berdialog dengan pendemo melalui video call kasat Reskrim polres Aceh Timur AKP Novrizaldi, S.H.yang diperlihatkan kepada massa aksi di Pendopo.
Seperti aksi pada 24 September 2026 terkait tuntutan rakyat dan hak petani lokal, Bupati tetap memonitor dan berkomunikasi meski tidak berada di Aceh Timur.
Video tersebut juga mempertanyakan, patut dikaji apakah ada kepentingan pihak tertentu yang sengaja memprovokasi warga untuk berdemo saat Bupati tidak berada di Aceh Timur, dengan mengatasnamakan petani.
Dengan adanya bukti video ini, isu yang menyebut Bupati Al-Farlaky anti-rakyat dan menghindari pendemo terbantahkan. Selama ini, Bupati justru membuka ruang dialog di Pendopo dan bahkan membawa langsung data Jadup Tahap 2 sebanyak 26.775 KK dan Tahap 3 sebanyak 15.968 KK ke Kemensos dan Mendagri.
