Notification

×

Ketua BMPS Aceh, Dr. Iskandar Muda Hasibuan Apresiasi Lomba Bertutur Sejarah Seuramoe Heritage

Rabu, 30 September 2026 | 01.04 WIB Last Updated 2026-09-29T18:04:02Z

Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Aceh, Dr. Iskandar Muda Hasibuan.

GEMARNEWS.COM — Inisiatif Seuramoe Heritage menggelar Lomba Bertutur Sejarah untuk generasi muda mendapat apresiasi dari Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Aceh, Dr. Iskandar Muda Hasibuan.


Menurut Iskandar Muda, kegiatan tersebut merupakan langkah kreatif untuk mendekatkan sejarah dan warisan budaya Aceh kepada generasi muda melalui pendekatan yang komunikatif dan relevan dengan perkembangan zaman.


“Saya mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. Sejarah tidak boleh berhenti sebagai hafalan di ruang kelas. Sejarah harus menjadi pengetahuan yang hidup, dituturkan, dipahami, dan diwariskan oleh generasi muda" ujar Iskandar Muda.


Ia menilai kegiatan literasi sejarah seperti ini penting untuk memperkuat identitas dan karakter generasi muda Aceh di tengah derasnya arus informasi global.


“Generasi muda perlu mengenal sejarah daerahnya agar memiliki akar budaya yang kuat sekaligus mampu berdialog dengan dunia. Karena itu, kegiatan seperti Lomba Bertutur Sejarah perlu terus dikembangkan dan diperluas,” katanya.


Iskandar Muda juga mendorong agar kolaborasi antara komunitas, sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga kebudayaan diperkuat sehingga gerakan literasi sejarah tidak berhenti pada kegiatan seremonial.


“Ini bukan sekadar lomba. Ini adalah investasi kebudayaan. Kita sedang menyiapkan generasi yang mengenal sejarah, menghargai warisan budaya, dan memiliki tanggung jawab untuk meneruskannya kepada generasi berikutnya,” ujarnya.


Ia menilai pendekatan kreatif melalui perlombaan dapat membuat sejarah lebih mudah diterima oleh pelajar dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa kecintaan terhadap daerah dan warisan budaya Aceh.


Lebih Lanjut, pelestarian sejarah merupakan tanggung jawab bersama, termasuk lembaga pendidikan, komunitas, keluarga, dan masyarakat.


“Generasi muda harus mengetahui dari mana mereka berasal. Sejarah bukan hanya cerita masa lalu, tetapi bagian dari identitas dan jati diri yang perlu dijaga,” katanya.


Ia berharap Seuramoe Heritage terus menjadi bagian dari gerakan masyarakat sipil dalam memperkenalkan sejarah Aceh dengan cara yang kreatif, inklusif, dan sesuai dengan bahasa generasi muda.


“Sejarah Aceh harus terus dituturkan agar tidak hanya menjadi masa lalu, tetapi menjadi sumber inspirasi bagi masa depan,” Pungkasnya.****

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update