GEMARNEWS.COM, PIDIE – Komando Distrik Militer (Kodim) 0102/Pidie menggelar Upacara Pengibaran Bendera tanggal 17 bulan September 2026 sebagai momentum untuk memperkuat nasionalisme, kedisiplinan, kesiapsiagaan, serta soliditas prajurit dan ASN dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Upacara yang berlangsung di Lapangan Indoor Makodim 0102/Pidie, Jalan Prof. A. Majid Ibrahim, Desa Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Kamis (17/09/2026), dipimpin Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0102/Pidie Mayor Cpl Hendri Anto.
Kegiatan tersebut diikuti para Perwira Staf, Danramil jajaran, personel staf, Babinsa, serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI Kodim 0102/Pidie.
Dalam amanat Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P. yang dibacakannya, Kasdim 0102/Pidie Mayor Cpl Hendri Anto menegaskan bahwa upacara pengibaran bendera bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi momentu
“Upacara pengibaran bendera yang dilaksanakan ini harus menjadi wahana untuk meningkatkan nasionalisme dan patriotisme kita sebagai prajurit penegak kedaulatan Negara Republik Indonesia,” demikian amanat Pangdam yang dibacakan Kasdim.
Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara terus berkembang. Secara umum, situasi keamanan di wilayah Aceh dapat terpelihara dengan baik, aman dan kondusif. Kondisi tersebut tidak terlepas dari peran seluruh komponen bangsa, termasuk TNI AD, pemerintah daerah, Polri, serta seluruh elemen masyarakat.
Menghadapi dinamika tersebut, kepemimpinan satuan dinilai memiliki peran penting. Setiap pimpinan satuan dituntut mampu membangun komunikasi, memperkuat sinergitas, serta mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk menghadapi setiap perkembangan situasi.
Pangdam IM juga menekankan pentingnya meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan dengan memperkuat deteksi dan cegah dini.
“Jangan menunggu suatu permasalahan berkembang menjadi lebih besar. Setiap informasi dan gejala permasalahan di wilayah harus dapat dianalisis, dilaporkan, dan ditindaklanjuti secara cepat, tepat, terukur, serta sesuai dengan ketentuan,” tegasnya dalam amat
Menurut Pangdam IM , stabilitas keamanan bukan sesuatu yang hadir dengan sendirinya, melainkan merupakan hasil dari kerja keras, kesiapsiagaan, sinergitas, dan konsistensi seluruh aparat bersama komponen masyarakat.
Selain kesiapsiagaan dalam pelaksanaan tugas, Pangdam IM mengingatkan seluruh prajurit dan ASN agar senantiasa menjaga kehormatan diri, keluarga, dan institusi dengan berpedoman teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, 8 Wajib TNI, serta Panca Prasetya Korpri.
Nilai-nilai tersebut harus menjadi landasan dalam bersikap, bertindak, dan mengambil setiap keputusan, baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap bahaya narkoba dan penyalahgunaannya. Seluruh prajurit dan ASN diperintahkan untuk tidak mencoba menggunakan, menyimpan, maupun terlibat dalam peredaran narkotika.
“Narkoba tidak hanya merusak kesehatan dan masa depan, tetapi juga dapat menghancurkan kehidupan keluarga, merusak karier, serta mencederai kehormatan diri dan satuan,” demikian penekanan Pangdam Iskandar Muda.
Menutup amanatnya, Pangdam Iskandar Muda memberikan sejumlah penekanan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas. Di antaranya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dan spiritual, menjaga kehormatan diri, keluarga, dan satuan, serta menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum dan disiplin.
Selain itu, seluruh prajurit diminta mengimplementasikan nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI dalam kehidupan sehari-hari, baik saat berdinas maupun ketika berada di tengah masyarakat.
“Hadirlah di tengah kesulitan masyarakat dan jadilah solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi rakyat. Terus lakukan kegiatan yang memberikan manfaat dan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat sehingga semakin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” pesannya.
Pangdam IM juga mengajak seluruh jajaran untuk terus memelihara dan meningkatkan soliditas serta sinergitas dengan seluruh komponen bangsa sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Amanat Pangdam Iskandar Muda tersebut menjadi pengingat bahwa tugas TNI termasuk kesatuan kewilayahan tidak hanya menuntut kesiapsiagaan dalam menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga kehadiran nyata prajurit di tengah masyarakat melalui pembinaan teritorial yang memberikan manfaat dan solusi bagi rakyat. tuturnya.