Notification

×

Mahmud Marhaban Gebrak Ekosistem Media: Wartawan PJS Ditarget Mandiri Lewat BEDAIN

Senin, 07 September 2026 | 12.29 WIB Last Updated 2026-09-07T05:30:04Z
GEMARNEWS.COM, JAKARTA — Ketua Umum DPP Pro Jurnalismedia Siber (PJS) sekaligus inisiator BEDAIN.co.id, Mahmud Marhaban, menegaskan pentingnya perubahan pola kerja dan peningkatan kapasitas wartawan di tengah pesatnya perkembangan ekosistem media digital.7/9/2026.

Pesan tersebut disampaikan Mahmud Marhaban kepada media dalam rilisnya usai pertemuan perdana yang membahas pengembangan ekosistem BEDAIN sebagai bagian dari upaya mendorong wartawan PJS agar semakin profesional, produktif dan memiliki kemandirian finansial.

Menurut Mahmud, pertemuan perdana tersebut menunjukkan bahwa semangat untuk melakukan perubahan di tubuh PJS sangat kuat. Namun, semangat dan visi besar harus diikuti dengan eksekusi nyata.

“Visi besar tanpa eksekusi nyata hanya akan menjadi mimpi. Karena itu, saatnya kita bergerak, belajar, berkarya dan berdaya bersama,” ujar Mahmud.

Upgrade Skill dan Tangkap Peluang Digital

Mahmud mengatakan, wartawan saat ini menghadapi perubahan besar dalam industri media. Karena itu, peningkatan kemampuan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

BEDAIN, kata dia, diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi anggota PJS untuk memahami ekosistem media modern, jurnalisme berbasis data, optimasi mesin pencari atau SEO, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Ia mengajak wartawan PJS memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas karya jurnalistik.

“Kesempatan emas tidak datang dua kali. BEDAIN menjadi kawah candradimuka bagi kita semua untuk belajar memahami ekosistem media modern, jurnalisme berbasis data dan teknologi AI,” katanya.

Kembali ke Fitrah Wartawan

Mahmud juga mengajak wartawan mengubah pola kerja yang terlalu berorientasi pada berita sensasional dan kontroversial.

Menurutnya, pers harus kembali kepada fungsi dasarnya sebagai penyedia informasi yang dibutuhkan masyarakat.

Berita yang memberikan solusi, menjawab persoalan warga dan memberikan dampak positif bagi daerah, menurut Mahmud, justru memiliki nilai jurnalistik yang tinggi.

“Pola kerja lama yang hanya berfokus pada berita heboh, sensasional atau kontrol sosial yang sifatnya menyudutkan harus mulai kita ubah. Kita kembali ke fitrah dasar pers, yaitu melayani masyarakat dengan informasi berharga yang benar-benar mereka butuhkan,” tegasnya.

Dorong Kemandirian Finansial Wartawan

Salah satu tujuan utama pengembangan BEDAIN adalah mendorong kemandirian finansial dan kesejahteraan wartawan.

Mahmud menjelaskan, sistem yang disiapkan BEDAIN mencakup skema bagi hasil sebesar 40 persen dari pendapatan Google dan monetisasi digital yang diperuntukkan bagi kontributor sesuai mekanisme yang ditetapkan.

Menurutnya, wartawan harus memiliki peluang untuk memperoleh penghasilan dari karya jurnalistik berkualitas yang mereka hasilkan sendiri.

“Kita ingin wartawan PJS hidup sejahtera dan mandiri dari karya jurnalistiknya yang berkualitas,” ujarnya.

Tak Perlu Tinggalkan Media Asal

Mahmud menegaskan bahwa kehadiran BEDAIN bukan untuk meminta wartawan meninggalkan media tempat mereka bekerja atau media yang telah dimiliki.

Kontributor tetap dapat menjalankan aktivitas jurnalistik di media masing-masing.

BEDAIN hanya mendorong partisipasi konsisten berupa satu berita pendek dan satu video pendek dengan durasi maksimal dua menit setiap hari mengenai dinamika yang terjadi di daerah masing-masing.

Pola tersebut dinilai sederhana dan tidak memberatkan apabila dilakukan secara konsisten oleh jaringan wartawan PJS di berbagai daerah.

Redaksi dan Teknologi AI Bantu Optimasi

Mahmud juga meminta wartawan tidak merasa terbebani dengan anggapan bahwa setiap berita yang dikirim harus memiliki skala besar.

Fakta lapangan yang ditulis secara jujur dan memenuhi standar jurnalistik tetap memiliki nilai.

Nantinya, Tim Redaksi Inti dan teknologi AI BEDAIN akan membantu mengolah dan mengoptimalkan materi, termasuk dari sisi SEO, sehingga berita dan video memiliki peluang lebih besar menjangkau pembaca melalui mesin pencari.

Namun demikian, Mahmud menekankan bahwa kemudahan teknologi tidak boleh menghilangkan prinsip utama jurnalistik, terutama originalitas karya.

Karya Wajib Original

Dalam ekosistem BEDAIN, berita, foto dan video yang dikirimkan kontributor diwajibkan merupakan karya original hasil liputan sendiri di lapangan.

Kontributor dilarang mengirimkan berita hasil kutipan rilis, berita yang disadur dari media lain, foto hasil generator AI, maupun gambar berupa tangkapan layar.

Selain itu, terdapat aturan mengenai hak tayang perdana, yakni berita dan video yang dikirimkan harus dipublikasikan pertama kali melalui BEDAIN.

Aturan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga reputasi, kualitas serta kredibilitas ekosistem media yang sedang dibangun.

Kontributor PJS Bisa Mengutip Berita BEDAIN

Di sisi lain, Mahmud menyebut kontributor PJS akan memperoleh akses untuk mengambil, mengutip atau menerbitkan ulang berita dari daerah lain yang telah dipublikasikan di portal BEDAIN secara sah dan gratis, sesuai ketentuan yang ditetapkan.

Dengan sistem tersebut, media daerah milik anggota PJS diharapkan dapat memperoleh akses terhadap informasi dari berbagai wilayah Indonesia.

“Media daerah Anda otomatis memiliki jaringan koresponden nasional,” jelasnya.

PJS Diminta Punya Sense of Belonging

Mahmud menegaskan bahwa BEDAIN bukan sekadar proyek media, tetapi diharapkan menjadi bagian dari perjuangan organisasi menuju kemandirian finansial.

Karena itu, seluruh pengurus dan anggota PJS di berbagai daerah diminta memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap keberlangsungan ekosistem tersebut.

“Jika kita sepakat bahwa media ini adalah alat perjuangan menuju kemandirian finansial organisasi, maka seluruh pengurus dan anggota PJS harus memiliki rasa tanggung jawab penuh atau sense of belonging,” katanya.

Ia menilai keberhasilan BEDAIN akan sangat bergantung pada kebersamaan dan partisipasi aktif jaringan PJS yang berada di berbagai provinsi.

Siapkan Fasilitas untuk Kontributor

Untuk mendukung aktivitas kontributor di lapangan, manajemen BEDAIN juga menyiapkan sejumlah fasilitas.

Pada masa transisi Oktober–November, kontributor akan dilengkapi KTA sementara dan surat tugas resmi.

Sementara kontributor aktif yang menunjukkan komitmen akan mendapatkan fasilitas lapangan berupa rompi resmi BEDAIN, tongsis/monopod mobile, serta headset atau mikrofon liputan.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas peliputan sekaligus memperkuat identitas kontributor ketika menjalankan tugas jurnalistik.

Oktober–November Jadi Masa Uji Coba

Mahmud menyebut Oktober–November akan menjadi masa uji coba atau test running bagi ekosistem BEDAIN.

Fase tersebut sekaligus menjadi momentum untuk melihat konsistensi, integritas dan kemampuan para kontributor dalam menjalankan pola kerja baru.

“Fase test running adalah ajang pembuktian konsistensi dan integritas. Masa uji coba ini akan menyaring secara alami siapa pejuang sejati yang konsisten dan mampu bertahan,” ujarnya.

Boot Camp Digelar September

Sebelum memasuki masa uji coba, PJS bersama BEDAIN akan menggelar Boot Camp dan Pelatihan Jurnalistik Digital pada minggu ketiga dan keempat September 2026.

Pelatihan tersebut akan menjadi ruang bagi calon kontributor untuk mempersiapkan kemampuan jurnalistik digital, produksi konten, pemanfaatan teknologi serta pola kerja dalam ekosistem BEDAIN.

Mahmud menegaskan, pelaksanaan program tidak harus menunggu seluruh kondisi sempurna.

“Berapa pun peserta yang siap di awal, kita langsung jalan. Tidak perlu menunggu segala sesuatunya sempurna untuk memulai hal yang baru dan positif,” tegasnya.

Dengan semangat “Kita Memang Beda”, BEDAIN diharapkan menjadi wadah baru bagi wartawan PJS untuk meningkatkan kompetensi, memperluas jaringan, menghasilkan karya original, serta membangun kemandirian ekonomi melalui ekosistem media digital.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update