GEMARNEWS.COM, LHOKSUKON — Pemkab Aceh Utara resmi membuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-800 Kerajaan Samudera Pasai/Aceh Utara yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Senin kemarin.
Pembukaan kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, tokoh adat, pimpinan dayah, serta jajaran pejabat Pemkab Aceh Utara. Rangkaian perayaan dibuka langsung oleh Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayah Wa.
Perayaan menyambut delapan abad Samudera Pasai Aceh Utara pagi ini diawali dengan pelaksanaan upacara yang dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), DPRK, Majelis Adat Aceh (MAA) dan sejumlah tamu undangan.
Selesai pelaksanaan upacara kemudian dilanjutkan persiapan memasak kuliner hari pertama, berupa menu “Kuah Pliek U”, Ikan Bandeng dan kue tradisional “Bhoi” akan didistribusikan sebanyak 800 porsi secara gratis kepada pengunjung dan dilanjutkan pembukaan 800 Stand Expo Pembangunan oleh Ayahwa, dimeriahkan oleh grop Drum Band SMA N 1 Cot Girek.
Dalam pidato sambutannya yang disampaikan menggunakan bahasa daerah, Bupati Ayah Wa menegaskan pentingnya menjaga keutuhan warisan leluhur sebagai pondasi pembangunan masa depan daerah.
"Hidup kita ibarat seutas tali yang saling menyambung. Apa yang kita terima dari indatu (leluhur), harus kita teruskan kepada anak cucu. Masing-masing kita seperti seurat benang yang membentuk kain, seperti sebuah gelang yang membentuk rantai," ujar Bupati Ayah Wa di hadapan para undangan.
Bupati menjelaskan bahwa penetapan peringatan tersebut merujuk pada Qanun Kabupaten Aceh Utara Nomor 10 Tahun 2017 tentang Hari Jadi Kabupaten Aceh Utara yang jatuh setiap tanggal 7 September. Qanun ini menjadi penanda identitas bumi Samudera Pasai agar nilai-nilai sejarahnya tidak hilang tergerus zaman.
Ia mengingatkan masyarakat bahwa kejayaan masa lalu Samudera Pasai—sebagai pusat perdagangan, pusat ilmu pengetahuan, dan syiar Islam—harus dijadikan pijakan tanggung jawab generasi saat ini, bukan sekadar cerita kebanggaan semata.
"Satu daerah tidak menjadi besar hanya karena umurnya yang tua, tetapi karena manusia yang tinggal di dalamnya mampu membaca zaman dengan baik. Generasi muda Aceh Utara tidak boleh hanya menjadi penonton saat dunia berubah, tetapi harus menjadi bagian dari perubahan itu sendiri," tegasnya.
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, ulama, dan jajaran pemerintah untuk berkolaborasi membangun Aceh Utara, tidak hanya melalui pembangunan fisik dan anggaran, tetapi juga lewat gagasan, karya nyata, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Bumi Samudera Pasai ini adalah tanah tempat kita hidup dan mati dengan mulia. Apa yang kita terima dari leluhur wajib kita pulangkan kepada anak cucu, jika tidak bisa lebih baik, setidaknya jangan kurang dari apa yang ada," pungkasnya.
Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-800 ini dijadwalkan berlangsung selama satu pekan, terhitung mulai 7 hingga 13 September 2026.
Opening 800 HUT Samudera Pasai nanti malam akan diawali dengan Gala Dinner untuk tamu undangan, pembacaan Al-Qur’an, Shalawat dan Doa, Kemudian sambutan oleh Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE.,MM atau yang akrab di sapa Ayahwa dan dilanjutkan oleh Menteri Sosial RI Gus Ipul, sekaligus membuka HUT Ke 800 Samudera Pasai, Kabupaten Aceh Utara Tahun 2026
Kegiatan Open Ceremony dimeriahkan oleh penampilan rapai pase, sekaligus launching ATM BPD Aceh Utara Bangkit serta defile atau parade adat, kegiatan tersebut diperkirakan akan dipadati oleh ribuan pengunjung dari dalam dan luar daerah.
Acara dimeriahkan dengan hadirnya berbagai stan pameran yang menyajikan ragam kuliner khas daerah serta rekam jejak sejarah kejayaan Kerajaan Samudera Pasai. Sehari sebelum pembukaan, Minggu (6/9), Bupati Ayah Wa telah meninjau langsung kesiapan seluruh arena pameran guna memastikan kelancaran acara.(Red)